Kamis, 07 Juli 2011

Wasiat Paman Ben-nya Peter Parker (Spiderman)

Paman Ben, kala itu berpesan pada Peter Parker yang merupakan Spiderman..., "Seiring datangnya kekuatan yang besar akan datang pula tanggung jawab yang besar..." Hmmm... kata-kata yang hebat dan puitis untuk orang yang hampir menemui ajalnya,,, (film sih ya,,, jadi bisa diskenario...)... tapi,,, jika kita renungi kata-kata tersebut sangat dalam maknanya...

Berbicara tentang amanah.. hmmm,,, amanah datang ke pundak kita untuk kita pikul, untuk kita laksanakan sebaik-baiknya, semampu kita,,, sampai batas ikhtiar kita, dan selanjutnya kepada Allah saja kita bersandar akan hasilnya. proses yang akan menajdi suatu pembelajaran tersendiri. namun sering kali kita bertanya (sekalipun hanya dalam hati), "kenapa saya diamanahkan di sini? kenapa tidak di sana? padahal saya lebih suka di sana." "Kenapa amanah yang ini, bukan yang itu?" "kenapa dia yang menjadi patner saya, kenapa bukan dia yang lain?" dan pertanyaan-pertanyaan inilah yang nantinya menjadi beban bagi kita, membuat kenyamanan,  bahkan profesionalitas kita terusik.

namun, pernahkah kita berpikir, bahwa sejatinya ada potensi-potensi diri kita yang tidak bisa kita lihat sendiri, bahkan dengan bercermin sekalipun. dan justru orang-orang di sekitar kita yang bisa membaca potensi tersebut,,, sehingga seringkali ketidakterimaan kita yang justru akan melejitkan potensi kita,, lewat tangan-tangan orang lain.dan saat itu kita baru akan menyadari (sekalipun dalam hati lagi berkata, "mungkin ini memang jalan takdirku...")

ibarat batu bata, setiap diri kita memang harus siap ditempatkan di mana pun, dalam posisi apa pun. bukan posisi yang menentukan prestasi, tapi apa pun posisinya yang penting kontribusinya. batu bata yang digunakan untuk membangun sebuah bangunan, tentu ada yang ditempatkan di bawah, di tengah, dan juga di atas,,, namun perannya sama-sama untuk mencapai sebuah tujuan:sebuah bangunanan yang kuat. begitu juga dengan diri kita dalam mendapatkan amanah, ada yang di atas sebagai pemimpin, pun ada yang di bawah sebagai yang dipimpin. namun kita saling melengkapi. apa artinya seorang pemimpin tanpa orang yang dipimpin, dan apa gunanya orang yang dipimpin tanpa pemimpin, mereka hanya kan menjadi sekumpulan anak ayam yang kehilangan induknya. kehilangan arah dan tujuan dalam melangkah.

dan saya sendiri, menyukai wasiat Paman Ben, namun saya lebih menyukai jika kalimatnya dibalik, "Seiring datangnya tanggung jawab yang besar, akan datang pula kekuatan yang besar." karena inilah yang disebut sebagai proses pembelajaran. meningkatkan kapasitas dengan mencoba amanah-amanah baru, yang dirasa berat sekalipun. pernah saya bertanya ketika diamanahi sesuatu yang menurut saya sangat berat dan tidak mungkin bagi saya, "kenapa harus saya? masih ada mereka yang jauh lebih pantas dari saya." dan jawaban yang men-skak- mat pertanyaan saya datang,"kamu mau belajar gak? kalau kamu gak mau belajar, maka selamanya kamu tidak akan belajar dan tidak akan merasa pantas selamanya. teruslah belajar, sambil berusaha memantaskan diri."
wow... MJJ (mak jleb-jleb) bagi saya saat itu... dan akhirnya saya terima juga, meski dengan rasa was-was... ah,,, nikmati saja prosesnya, biar Allah yang membimbing, bagaimana pun hasilnya. jadi teringat salah satu ayat di Al-Qur'an yang kurang lebih isinya, orang-orang yang beriman tidak akan dibiarkan begitu saja mengaku beriman tanpa diberi cobaan-cobaan. dan saya sangat teramat yakin,,, cobaan yang dihadirkan adalah suatu ujian pendewasaan. yah,,, dengan mengambil tanggung jawab yang besar, apa pun resikonya, akan mendatangkan kekuatan yang besar, yaitu berupa pembelajaran, pengalaman, wawasan, dan apa pun itu, yang jelas ada hikmahnya.

so, mari saudaraku,,, apa pun amanah kita, mari kita nikmati. sekali pun pada awalnya kita tidak menyukainya. yakinlah bahwa Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan dan apa yang terbaik untuk kita. percaya pada- Nya, bersyukur, optimis dan action sekuat kita. Cintailah amanahmu, apa pun itu,, maka kau akan mendapatkan cinta. segala hal yang datang dari hati, akan kembali kepada hati.

Never give up... We can stand in this line!!!

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...