membahasakan bahasa hati itu jauh lebih sulit daripada membuktikannya...
andai boleh memilih pun, aku tak ingin seorang pun kecewa
layaknya daun yang jatuh dan tak pernah membenci angin
dan apa yang kulakukan, kuucapkan dan kupikirkan
tak pernah berharap untuk melukai dan menggores prasangka
siapa pun juga
aku mencintai kalian
dari tulusku yang terdalam
aku mencintai kalian
dengan bahasa ketulusan
bukan bahasa kepentingan
hanya saja, tak semua mampu melihat
tiap isyarat
rindu dalam dada
cinta dalam sukma
aku mencintai kalian
bukan dengan sederhana
tapi dengan kerumitan yang ada
pada tiap karakter yang berbeda
Rabu, 16 Mei 2012
Senin, 14 Mei 2012
Hari Bersamanya (sebuah ost. Sheila on 7)
tertawa lepas...
bersama orang yang membuat hatimu teduh
setelah bermain-main
hingga bulir keringat berjatuhan
hingga berguling-guling di tanah
hingga tawa menghias
"harimu akan lebih mudah kau lalui jika kau bersama dengan orang yang tepat"
#hari telah berganti tak bisa kuhindari
tibalah saat ini
bertemu dengannya
jantung berdegub cepat
kaki bergetar hebat
akankah kali ini kumerusak harinya
Kau tahu betapa aku
lemah di hadapannya
Kau tahu berapa lama
aku menantinya
Mohon Tuhan, untuk sekali ini saja
beri aku kekuatan untuk menatap matanya
mohon Tuhan, untuk sekali ini saja
lancarkanlah hariku
hariku bersamanya
Pasti ini adalah lagu yang akan dinyanyikan oelh Shinichi jika akan bertemu dengan Ran... :D
cinta itu
cinta adalah pelaksanaan kata-kata
sebuah pembuktian
yang menjelmakan idealita menjadi realita
sebuah energi yang melejitkan potensi
bukan membungkamnya dalam diam
cinta itu membangun
bukan melemahkan
tiap-tiap jiwa yang dicengkeramnya
#MDR 14 Mei 2012
sebuah pembuktian
yang menjelmakan idealita menjadi realita
sebuah energi yang melejitkan potensi
bukan membungkamnya dalam diam
cinta itu membangun
bukan melemahkan
tiap-tiap jiwa yang dicengkeramnya
#MDR 14 Mei 2012
Jumat, 11 Mei 2012
sekalipun...
sekalipun...
aku adalah
orang keseratus
keseribu
atau kesejuta
yang ada di hatimu
kau tetap nomor satu di hatiku,
mbak...
kaulah guru kehidupan
yang tak kan tergantikan
meski tak lagi bersamamu kini
dan kau bahagia bersama mereka
memang terkadang aku cemburu, iri,
tapi bukankah cemburu tanda cinta?
tapi bukankah iri pada suatu kebaikan adalah sarana yang dianjurkan?
dan cemburu itu akan kutekan habis-habisan
asalkan kau bahagia mbak...
asalkan kau tertawa
aku bahagia
dan aku akan tetap merasa bersamamu
selalu dalam doa-doa yang tak terdengar manusia
semoga limpahan kasih Allah yang kelak pertemukan kita di Jannah-NYA
aku adalah
orang keseratus
keseribu
atau kesejuta
yang ada di hatimu
kau tetap nomor satu di hatiku,
mbak...
kaulah guru kehidupan
yang tak kan tergantikan
meski tak lagi bersamamu kini
dan kau bahagia bersama mereka
memang terkadang aku cemburu, iri,
tapi bukankah cemburu tanda cinta?
tapi bukankah iri pada suatu kebaikan adalah sarana yang dianjurkan?
dan cemburu itu akan kutekan habis-habisan
asalkan kau bahagia mbak...
asalkan kau tertawa
aku bahagia
dan aku akan tetap merasa bersamamu
selalu dalam doa-doa yang tak terdengar manusia
semoga limpahan kasih Allah yang kelak pertemukan kita di Jannah-NYA
Ketika Musuh Bebuyutan Itu adalah Sesuatu yang Kita Cintai
Pernahkah menderita
penyakit maag? Baik maag dalam taraf yang biasa, sedang, akut maupun kronis,
kesemuanya adalah penyakit pencernaan yang amat menyiksa. Bukan hanya sakitnya
yang luar biasa, tapi juga efek yang ditimbulkannya juga begitu dahsyat.
Biasanya tingkat keakutan penyakit ini akan berbanding lurus dengan biaya
pengobatannya. Mulai dari kisaran harga Rp.2.000,- di klinik kampus X, sampai
Rp. 2.000.000,- per hari di rumah sakit Y. Bukan hanya itu saja, bagaikan suatu
“event di hari H” kita akan merasa mual, nyeri di bagian lambung, usus, atau di
ulu hati. Akibatnya kita tidak bisa merasakan lezatnya makanan sedikit pun, nyenyaknya tidur sedetik pun, dan tentu saja kenyamanan hidup
seperti biasa pun akan terganggu. Masa-masa ini akan mengingatkan kita pada
masa-masa ketika kita sehat dan bisa tertawa-tawa dengan gembira. Ya, saat itu
kita baru menyadari bahwa kesehatan itu memang bukan segalanya, namun segalanya
tak bisa dilakukan tanpa kesehatan. Introspeksi
diri ini mungkin akan mengingatkan kita pada syair lagu “Muhasabah
Cinta” yang berbunyi:
Tuhan, baru kusadar indah nikmat
sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cinta-Mu
Setelah “hari H” berlalu, kita juga harus
menghadapi masa-masa pasca sakit dengan dilarang mengkonsumsi hal-hal yang kita
cintai. Sebut saja kopi, makanan pedas, soda, serta makanan dan minuman yang asam. Makanan
dan minuman yang menarik hati. Terlebih menjadi mahasiswa, yang terkadang harus
lembur menyelesaikan tugas take home,
mau tidak mau, untuk menjaga agar mata tetap siaga, kopi adalah salah satu
solusinya. Bukan hanya memberikan efek yang menyegarkan pikiran, tapi kafein
dalam kopi telah menyebabkan detak jantung menjadi lebih cepat, dan hal tersebut
akan membuat kita tetap semangat.
Sedangkan makanan yang pedas merupakan cita rasa bagi sebagian besar
masyarakat Indonesia, semua kurang lengkap jika tidak ada sambal di dalam
hidangan kita. Jenis lain yang menarik
hati kita adalah soda, yang banyak terkandung dalam minuman-minuman bermerk Sprite, Coca-Cola, Pepsi, Fanta dan
sebagainya. Serta makanan dan minuman yang memiliki kadar keasaman yang
tinggi. Semua jenis makanan dan minuman
yang angat kita cintai tersebut ternyata musuh bebuyutan bagi lambung, karena
memiliki kadar keasaman yang tinggi, dan asam tersebut bisa melukai lambung
kita, menyebabkan suatu luka di lambung.
Mungkin hanya luka kecil, disebut maag. Lalu yang agak serius, disebut
gastroenteritis, hingga yang paling serius bisa menyebabkan bocornya
lambung. Oh ya, hampir saja terlupa satu
lagi makanan favorit kita, yaitu mie, sesuatu yang terasa halus namun ternyata
organ pencernaan kita harus bekerja ekstra keras untuk melumatnya.
Masalah pencernaan
tersebut memang sangat merepotkan. Karena sekali kita terkena, akan banyak
pantangan-pantangan makanan dan minuman yang mengikutinya. Tidak boleh makan
yang seperti ini, tidak boleh minum jenis ini. Sedangkan antasida yang sering
digunakan untuk mengatasi keluhan lambung ternyata juga tidak baik bagi
kesehatan lambung itu sendiri (lihat di buku karangan Hiromi Shinya, MD dalam
The Miracle of Enzyme). Hal-hal yang kita cintai, namun bisa jadi bom waktu
bagi kita sendiri dan menjadi musuh bebuyutan ketika sakit telah menghampiri.
Terlebih diperparah dengan pola hidup yang tidak sehat, seperti pola makan yang
teratur dan telat makan seperti kebiasaan para aktivis kita. Ya, setidaknya
penyakit ini cukup bergengsi karena merupakan penyakit para aktivis. Namun,
jika diberi pilihan untuk hidup sehat, kenapa tidak? Ketika musuh bebuyutan itu
adalah sesuatu yang kita cintai, lantas apa pilihan-pilihan yang tersedia bagi
kita? Pikirlah dengan bijak, dan putuskan dengan bijak pula.
Langganan:
Postingan (Atom)
Separuh Jalan
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
-
Administrasi Negara: Batu Loncatan Untuk Masa Depan (Sebuah Refleksi Dari, Untuk, Oleh Mahasiswa AN)Masih terbayang jelas, ketika pengumuman SNMPTN menunjukkan bahwa penulis diterima di Ilmu Administrasi Negara UNY yang merupakan salah ...
-
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
