Kehidupan seorang filsuf sangatlah dekat dengan analogi. Analogi yang disepakatinya sendiri untuk menggambarkan karakter-karakter manusia dengan segala sesuatu yang ada di alam semesta.
Dari judul di atas, sebenarnya sudah bisa ditebak ke mana arah pembicaraan satu arah ini selanjutnya. Tapi maaf, bukan bermaksud menempatkan diri sebagai filsuf, meskipun kata-kata saya filosofis dan penuh makna, tapi hanya coba menerka dan mengaitkannya berdasarkan rasa cinta. Pada keluarga ini, Litbang 2010 yang dikomandoi oleh Pak Kriswantoro dan Ibu Diah, dengan punggawa-punggawa yang dahsyat, Yoga, Ida, Nisa, Saiva, dan tentu saja Mifta. Litbang yang sering diplesetkan menjadi “sulit berkembang”, dan ternyata kita telah berhasil meruntuhkan pameo tidak bermutu itu, karena We Are The Champions…. ^^
Langsung aja deh…
Ibarat sebuah pohon yang memiliki elemen akar, batang, ranting, dan daun yang dalam kehidupannya sangat dekat dengan tanah, matahari, air, dan angin.
Akar, menggambarkan usaha yang gigih mencari sumber-sumber garam dan mineral sebagai makanan pohon. Ia berada di dalam tanah, tulus, ikhlas dan totalitas dalam bekerja. Itulah Yoga.
Batang, adalah divisi kita, Litbang, induk atau tempat melekatnya akar, ranting dan daun.
Ranting, ia adalah si kecil yang kokoh dalam menghubungkan batang dengan daun. Ia adalah Saiva, yang sukses menghubungkan proker-proker AN dengan ADP dalam kegiatan Litbang, dan selalu kokoh serta tegar meski sering “dizalimi” oleh Kabid kita. Ranting yang ceria…
Dan daun…. Tempat terdapatnya klorofil atau zat hijau daun, di mana daun itu adalah sebagai tempat untuk memasak calon makanan bagi pohon. Itulah Ida, yang pandai mengolah, bukan hanya makanan tapi juga uang, sehingga Ida selalu ditempatkan jadi Bendahara merangkap sie konsumsi,,, hehe,,, Peace, Da!
Tanah, adalah tempat di mana pohon itu tumbuh, mengandung banyak mineral, dan merupakan unsur yang mentramkan, itu mbak. Diah yang kalem, tapi punya banyak pengetahuan.
Matahari adalah factor yang membantu asimilasi dan selalu menyinari, itu seperti semangat Nisa yang selalu panas menggebu-gebu. Meski kadang ia tersaput awan, namun selama ia masih bersinar, tetap akan ada kehidupan.
Air, sang pembawa kesejukan, zat vital yang dibutuhkan oleh semua makhluk hidup,,, nah,,, yang itu adalah Mifta, yang selalu membawa kesejukan di hati semua orang dan menimbulkan inspirasi. Air yang selalu siap berbagi kehidupan,,, silakan disimpulkan sendiri, karena Mifta adalah teman berbagi yang tepat. Hehe…. ^^ (sekali-sekali memuji diri sendiri gak apa-apa, siapa lagi yang mau memuji kalau bukan diri sendiri?)
Dan karakter siapa dan apa yang belum disebutkan saudara-saudara???!!!
Yaps,,, angin,,, dan mas Kris. Angin itu adalah udara, tanpa udara daun tidak bisa memasak makanan dan angin bertiup sepoi-sepoi menambah kerindangan pohon itu sendiri. Namun karena merupakan udara bergerak, ia selalu bebas ke mana pun ia suka. Itulah mas Kris, coordinator yang suka bergerak ke mana pun, kalau gak ada perlu di hima, ya tidak pernah ke hima… jadi menyusahkan staf nya, harus mencari-cari sampai frustasi, baru ia ada di depan mata,,,, dengan wajah innocent-nya… bertaubatlah wahai mas Kris,,, hahaha,,,,
Gitu deh… meskipun “agak maksa” tapi akhirnya nyambung juga…. Maaf, saya tidak bermaksud apa-apa, hanya perlu menegaskan, menulis dengan huruf tebal, cetak miring dan menggarisbawahi, bahwa tiap elemen itu adalah suatu kesatuan system yang tak bisa dipisahkan. Dan berdasarkan teori system, apabila ada satu saja elemen yang tidak ada atau mengalami disfungsional, maka system akan mengalami kekacauan atau ketidakseimbangan. Intinya, setiap diri kita masing-masing mempunyai karakter yang berbeda-beda, namun ketika kita dipersatukan dalam suatu organisasi,kita akan menjadi bagian yang tak terpisahkan karena saling melengkapi. Dan justru perbedaan-perbedaan itu yang membuat indah dan berwarna suatu dinamika kehidupan, seperti pelangi, yang punya banyak warna, mejikuhibiniu…. Terlihat sangat indah….
kita telah dipersatukan di litbang bukan karena kebetulan, dan bukankan sehelai daun yang jatuh pun tak pernah luput dari takdir-Nya? Dan kita telah memulai semuanya dengan ikatan kekeluargaan, persaudaraan, bukan sekedar pertemanan atau persahabatan. Dan selayaknya ikatan kekeluargaan itu, semoga tidak akan pernah tercerai berai lantaran kepengurusan dan kebersamaan kita telah berakhir secara formal. Semoga hati kita terhimpun dalam ikatan itu, di mana pun kita berada saat ini atau nanti, berperan dalam amanah apa pun, sekarang atau di masa depan.
Ingin meneriakkan sekali lagi jargon dadakan kita, Litbang!!! Intelektual berjiwa social!!!
Dari sekeping hati yang merindukan kebersamaan, canda tawa dan semangat kalian…
Damai_smart
Yogyakarta, 26 Januari 2011 pukul 21.20
Proker terakhir yang sukses, melelahkan sekaligus dirindukan…
Moment-moment itu,,, bersama kalian,,, tak akan pernah terlupakan….
