Minggu, 30 Agustus 2020

Jika Tak Tersesat Dulu

 Jika saja aku tak tersesat dulu, mana mungkin aku bisa mengenalmu?

Baik sekarang ataupun sebelas tahun yang lalu,

mengenalmu adalah anugerah bagiku.


Jika saja aku tak tersesat dulu, bagaimana mungkin aku kini bisa bangga pada kenangan-kenangan itu?

Walau ada yang tak sesuai rencana dan inginku,

memori dalam otakku berkata,

"Saat bersamamu kala itu adalah saat-saat terbaik dalam hidupku."


Jika saja aku tak tersesat dulu, bagaimana mungkin aku menjalani hidup yang keras seteguh ini?

Hanya berbekal keyakinan yang nyala dan redup setiap saat

yang membara dan juga hampir padam 

Namun tetap kugenggam erat dan tidak akan kulepaskan


Aku tahu aku tersesat, tapi Dia Maha Pemberi Petunjuk

Kapanpun aku hilang, Dia yang selalu mengembalikan ke arah yang benar

Kapanpun aku bingung, Dia selalu ada untuk menuntun


Mungkin, bukan lagi padamu,

mungkin bukan lagi pada kenangan-kenangan itu.


Tapi tersesat dan mengenalmu, dulu

Bukanlah penyesalan,

hanya sebuah pembelajaran.


"Terkadang orang-orang dipertemukan tidak untuk saling menetap, hanya untuk saling menatap dan sesaat."


(Mifta, sedang lembur dan ingin menulis)

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...