Jika saja aku tak tersesat dulu, mana mungkin aku bisa mengenalmu?
Baik sekarang ataupun sebelas tahun yang lalu,
mengenalmu adalah anugerah bagiku.
Jika saja aku tak tersesat dulu, bagaimana mungkin aku kini bisa bangga pada kenangan-kenangan itu?
Walau ada yang tak sesuai rencana dan inginku,
memori dalam otakku berkata,
"Saat bersamamu kala itu adalah saat-saat terbaik dalam hidupku."
Jika saja aku tak tersesat dulu, bagaimana mungkin aku menjalani hidup yang keras seteguh ini?
Hanya berbekal keyakinan yang nyala dan redup setiap saat
yang membara dan juga hampir padam
Namun tetap kugenggam erat dan tidak akan kulepaskan
Aku tahu aku tersesat, tapi Dia Maha Pemberi Petunjuk
Kapanpun aku hilang, Dia yang selalu mengembalikan ke arah yang benar
Kapanpun aku bingung, Dia selalu ada untuk menuntun
Mungkin, bukan lagi padamu,
mungkin bukan lagi pada kenangan-kenangan itu.
Tapi tersesat dan mengenalmu, dulu
Bukanlah penyesalan,
hanya sebuah pembelajaran.
"Terkadang orang-orang dipertemukan tidak untuk saling menetap, hanya untuk saling menatap dan sesaat."
(Mifta, sedang lembur dan ingin menulis)