Rabu, 07 Maret 2018

#1 CANTIK

Cantik. Mata sipit. Kulit putih dan halus, tanpa noda. Wajah kecil. Bibir merah merona. Hidung mancung. Gigi geligi putih bersih dan rapi. Atau sedikit gingsul yang membuatnya semakin manis ketika tertawa. Sepasang lesung pipi. Kaki jenjang. Tubuh langsing. Nyatanya definisi cantik memang tak jauh-jauh dari keadaan fisik.

9 dari 10 teman lelakinya menjawab hal yang sama. Lagipula, apa yang dilakukannya? Memangnya dia ini seorang surveyor atau peneliti dari lembaga yang resmi? Atau, jangan-jangan skripsi?

Liana tersenyum saja saat setiap teman lelakinya menanyainya hal serupa. "Memang kenapa?"

"Aku, cantik nggak?" pertanyaan yang berbalas pertanyaan.

"Ih, nggak malu gitu anak gadis tanya-tanya ke laki-laki..." Alvaro, Ketua Kelas yang to the point langsung melakukan perlawanan.

"Ya, kira-kira kamu punya ciri-ciri dari definisi yang aku sebutkan tadi nggak?" Narendra, teman yang selalu duduk di belakang bangku Liana angkat bicara.
"Emm, enggak sih." Katanya polos.
"Nah, itu jawabannya." Narendra lantas tertawa terbahak-bahak melihat perubahan mimik wajah teman sekelasnya yang cemberut dan memelototinya.

"Cantik, kok... Dikit... Banyakan dia..." Fadli, malah sengaja menggoda.
"Syukur deh, dikit juga masih cantik."

Liana. Mahasiswi semester akhir itu tidak sedang menghimpun data untuk penelitiannya. Tidak juga melakukan survey aneh itu untuk mengisi waktu luangnya. Iseng barangkali? Dia memang punya banyak keisengan. Namun di tengah label "Mahasiswa Tingkat Akhir" itu, ia tidak begitu bisa mengeksplorasi bakat isengnya. Semua survey yang dia lakukan itu hanyalah bertujuan satu hal. 

Hampir saja dia menyimpulkan semua hasil temuannya, sampai 1 dari 10 orang yang tersisa menjawab hal yang tidak biasa.

"Cantik itu taat."

Dahi Liana mengkerut, sekaligus excited dengan jawaban yang berbeda itu. Zenn Ananda Ibrahim. Kutub utara yang selalu menarik-narik kutub selatan magnet di hatinya.


#1 #Cantik #mifta #menulislagi

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...