Kamis, 18 Agustus 2011

Sepotong Episode Ospek Terakhir FISE 2011 Part II

Yang ini, kupersembahkan untuk rekan-rekan PH, rekan-rekan terbaik di dunia yang telah menikmati pahit getirnya Ospek, dan kita,,,, tertawa bersama,,,
dan kita,,, menangis pun bersama,,,

Mengenang episode-episode kebersamaan dengan kalian, seperti kembali menyusun potongan mozaik-mozaik kehidupan,,, yang percaya atau tidak,,, tak akan pernah terlupakan....

"Jabat tanganku, mungkin tuk yang terakhir kali,,, kita berbincang tentang memori di masa itu
kita terharu seakan tak akan bertemu lagi
bersenang-senanglah karena hari ini yang kan kita rindukan
satu kisah klasik untuk masa depan
bersenang-senanglah karena hari ini yang akan kita banggakan
di hari tua....."
(OST. ending Ospek FISE by Sheila On Seven)

Seiring tangisanku dan Sidik yang entah mengapa tiba-tiba menangis di depanku,,, sementara perasaanku waktu itu campur aduk, nanas,  melon, semangka, seperti es buah yang sedang dibagikan kepada maba,,, Terima kasih Sidik dan teman-teman perkap, telah menjadi partmer sejati sie acara,,, tanpa kalian, acara hanyalah konsepan-konsepan kosong belaka... terima kasih telah menjadi pahlawan, sekalipun pahlawan tak dikenal... tapi percayalah, bagi teman-teman panitia, kalianlah "the real hero" di Ospek ini... bukankah Allah akan memberi naungan kepada orang yang memberi dengan tangan kanan  sedangkan tangan kirinya tidak mengetahuinya???

bangga rasanya, bisa berada di antara orang-orang yang luar biasa.... dahsyat!!! seperti FISE dan Ospek ini...
masih teringat, malam TM 1 bersama Dian dan Annisa, hampir tidak tidur semalaman untuk menge- plot- kan maba ke dalam gugus... rasa pusing dan mengantuk dikalahkan oleh satu kepercayaan,,,, "Ospek besok pagi adalah ospek yang membanggakan, dan kita harus kuat... karena ini adalah salah satu warna yang suatu saat akan kita rindukan." dan aku juga membayangkan.... betapa saat itu Mentari dan Septi juga tengah berpusing-pusing ria merekap data maba hingga mata cantik mereka tampak lebih hitam dan tebal keesokan harinya...
atau Okti dan Ika yang sibuk dengan pembagian uang, atau memprediksi pengeluaran yang akan segera dikeluarkan... orang-orang di balik layar yang lebih pusing dari yang turun di lapangan... kerja kita bukan sia-sia belaka,,,

kepada Dhoni Aldiano yang telah bersusah payah dan berulang kali mengajukan proposal, meski harus mengalami penolakan... orang-orang sepertimu ini adalah orang-orang dengan mental baja, yang suatu saat tak akan kaget dengan kerasnya kehidupan,,, begitu pula para Srikandi Humas yang dikomando oleh Novia,,, kalian wanita, tapi kalian hebat,,, karena tak membiarkan perasaan dominan atas logika, ketika kalian ditolak, dimarahi, atau mungkin dimaki... itulah wanita seharusnya tetap tegar dan kuat menantang badai, meski kapal dalam hatinya telah hancur berantakan,,, salut!!! karena aku pun mungkin tak akan bisa seperti itu...

untuk adik bawang (Wahyu Sejati) yang telah menuruti kata kakak bawang,,, pinter milih lagunya,,, suatu saat kau yang akan berdiri di posisi strategis AN, seperti kami bertiga yang telah jatuh bangun demi sekedar eksistensi AN UNY yang dulu dipandang sebelah mata,,,,

kepada Uus, ibu konsumsi kita... tanpa konsumsi,,, loe, loe, loe, gue,,, end... kata-kata yang akan selalu kuingat Us,,, kata-kata yang lucu sekaligus menjadi penyemangat buat kami semua. kami tau betapa lelahnya kau tiap hari berkutat dengan konsumsi,,, kami juga tau bagaimana gerobak cinta sie konsumsi kau isi dengan harapan terbaik,,, hingga di ospek hari terakhir ketika membuat es buah basecamp konsumsi seakan kau sulap seperti dapur para "rewang" saat ada acara "mantenan",,, lengkap dengan "gendhing jawa-nya..." Dahsyat!!!

untuk Cucu yang juga menjadi partner berpusing-pusing ria ketika tak ada kejelasan dari panitia univ dan panitia display mengenai jalur keberangkatan kita.... terimakasih telah merelakan  sedekah senyum untuk beberapa waktu.  selamat!!! wajahmu menghiasi halaman depan Ekspedisi Edisi Ospek yang keempat, persis seperti leluhurmu, mbak Deviyanda yang wajahnya juga terpampang di ahlaman pertama... memang FISE kampus pergerakan yang selalu eksis sepanjang masa,,,, meski ini adalah Ospek terakhir FISE,,,

weni,,, meskipun imut dan kecil, tapi hari-hari Ospek adalah saksi keperkasaanmu....teman-teman P3K yang selalu menyediakan counterpain untuk panitia yang pegel-pegel, adalah bukti betapa kalian peduli... dengan sigap menolong maba yang sakit.... berbanggalah, karena membawa manfaat bagi orang lain,,, dan itulah sebaik-baik umat -orang yang bermanfaat buat orang lain-.

untuk sahabat terbaik dan yang tak kan tergantikan, Nisa,,, aku sudah tidak bisa berkata apa-apa tentangmu... cukup aku dan Allah saja yang berbincang tentangmu,,, rasa kasihku melebihi rasa terima kasih yang ingin kusampaikan. dan untuk pasangannya cholid, yang telah menjadi partner dan membuatnya tetap bisa tertawa di tengah tekanan yang melanda... Maaf ya Lid, miskomunikasi di GOR dulu jangan dimasukkan ke hati... itu semua kesalahanku... seorang yang sedang belajar menjadi korlap untuk acara sebesar Ospek....

dan yang terakhir,,, adekku, Taat... yang tabah ya nak,,, analogi sebuah pegas, semakin ia ditekan, maka akan semakin tinggi ia melompat... masalah yang menderamu,- salah - mendera kita semua, bukanlah tanggung jawabmu seorang,,, tapi tanggung jawab kita bersama. persepsi ayng tidak benar ketika kau berusaha menanggungnya sendiri dengan dalih, biar aku konsen dengan acara saja,,, tidak,,, tidak seperti itu dek,,, kita adalah satu tim, dan ini bukan saja menyangkut masalah teknis yang menyangkut hal-hal profesional. mentang-mentang kau ketua ospeknya? lebih dari itu, aku ingin menjadi bagian yang menanggung dari apa yang kau tanggung,,, karena kita bersaudara. mungkin bukan karena ikatan darah, tapi karena ikatan akidah... ya,,, ukhuwah,,, dan salah satu yang menguatkan ukhuwah adalah timbulnya masalah-masalah,,,,
malam itu, malam ketika kau "diculik", aku dimarahi bapakmu seakan aku tidak peduli dengan dampak kebijakan yang seharusnya kita tanggung bersama,,,, dan saat itulah aku tak tahu apa yang harus aku lakukan selain berdoa untukmu. bahkan saat kau kirim sms, "Titip Ospek Fakultas ya..." kata-katamu mungkin sederhana, tapi dampaknya padaku sungguh luar biasa... tameng yang kupasang sejak dari awal luluh lantak, bukan hanya saat itu, saat aku sendirian berteman sepi. tapi juga di hadapan orang-orang,,,, karena tidak akan kumaafkan diriku sendiri ketika suatu hal yang buruk menimpa pemimpin sepertimu....

wah... inilah sebuah pengakuan,,,  hal-hal yang tersisa dari episode Ospek yang indah-ketika menyambut kedatangan maba, dan mereka tersenyum.... kebahagiaan luar biasa hinggap di hati, menyaksikan senyum di wajah mereka, dan itu cukup bagiku untuk melupakan perihnya sakit ketika jatuh bangun membela Ospek di tengah banyaknya tekanan-,

hal-hal yang tersisa dari sebuah kepahitan,,,, dan tak perlu kita perbincangkan ujungnya berada di mana.

hal-hal yang akan selalu hidup, bahwa AKU BANGGA PERNAH MENJADI BAGIAN DARI KALIAN dan pernah berjuang bersama kalian...
saatnya generasi tua konsen dengan tujuan awalnya, dan generasi muda maju ke hadapan. tuntaskan tugas sejarah di masa depan,,, karena kalian orang-orang terpilih itu!!!


memori ini akan terus hidup meski aktor-aktor di dalamnya tergilas oleh waktu dan mulai menua.... sepotong episode kisah klasik untuk masa depan...

_Pengakuan dari seseorang di balik panggung, yang ribet dengan HT dan megaphone.... yang berusaha percaya bahwa dirinya BISA, meski sisi lain dirinya berkata tidak bisa_





Rabu, 17 Agustus 2011

ini tentang ukhuwah,,,

aku tak akan cemburu...
jika suatu hari nanti
kau lebih mencintai saudara-saudaramu yang lain
selain aku

karena aku
tak bisa menafikan
persaudaraan bukan hanya sekedar tentang hubungan darah
tapi persaudaraan jauh lebih kuat diikat oleh akidah...
ya,,, ukhuwah,,,

Minggu, 14 Agustus 2011

Sepotong Episode OSPEK terakhir FISE part I

"Sepotong Episode masa lalu aku..."
(Edcoustic)

Nasyid yang sering dinyanyikan oleh Budi Sulaiman ketika saya belum kenal dengan beliau menari-nari di telinga. entah mengapa, hanya saja,,, ospek fise terakhir kemarin memang seperti sepotong episode dari jutaan episode perjalanan saya di UNY. mengenang masa-masa yang bisa dibilang indah, karena kebersamaan yang telah terjalin beberapa bulan dengan semua teman-teman panitia ospek fise yang dahsyat, meski tak sepenuhnya indah, karena ada kalanya problematika dan konflik internal maupun eksternal turut berpartisipasi menghiasi agenda ospek ini. mengenang masa-masa yang "memprihatinkan" karena harus tumbuh mandiri di tengah keterbatasan dan tekanan, pun sekaligus masa-masa heroik yang penuh dengan perjuangan, pengorbanan, jatuh bangun, tetesan peluh dan juga air mata. Bela Ospek FISE sampai tetes darah penghabisan!!!! (hehe,,,)

bermula dari amanah sebagai koordinator acara,,,, What? koordinator acara!!! satu shocking therapy tersendiri bagi saya... bisakah? mampukah? "Why must me???" pertanyaan yang selalu menghinggapi benak dan merajai pikiran tiap harinya. bukankah masih banyak kawan lain yang kapasitasnya ada di atas saya? lalu, seorang kawan mengirim sms yang sangat tepat dengan moment waktu itu....
"Ketika aku tak paham maksud Robb-ku, maka aku memilih percaya... karena Ia jauh lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya."
cukup menguatkan, karena pada saat itu, saya benar-benar tak paham dengan maksud Allah terhadap diri ini. tapi bukankah "Inna shalati wanusuki wamahyaya wa mamati lillahi robbil alamin...." seperti itulah harusnya penerimaan saya. ditambah dengan statement yang men-skak-mat keluhan saya di atas, "kamu mau belajar gak?" tentu saja saya mau dan harus belajar.
sebenarnya saya bisa saja menolak dan mengundurkan diri, tapi itu berarti saya telah kalah sebelum berperang,,, kalah pada musuh terbesar, yaitu diri sendiri!!! apalagi ketika melihat film Megamind, ada sebuah pesan yang menyiratkan bahwa takdir itu bukanlah apa yang tercipta dan tersedia untuk kita, tapi takdir adalah pilihan kita atas apa yang diberikan pada kita,,,, wah,,, berat,,,,!!!

lalu dimulailah episode itu,,, episode berdarah-darah yang menyita waktu, pikiran, tenaga, dan juga dana dekanat tentunya,,, hehe,,, Berpartner dengan orang-orang yang luar biasa:
- Budi Sulaiman dan Frank Aligarh
- Hanifah Noviandar dan Bening Nurmaningsih
- Nur Rohma Hidayati dan Nur Hidayah
- Malinda Dwi Apriliane dan Yeti Yudiyanti
- Febri Dyah Sukmawati dan Siti Fatonah...

menamakan diri sebagai laskar SMILE (Semangat Menginspirasi Luar Biasa Ayeee!!!!), sebuah filosofi yang terpaksa disepakati mungkin, ya karena harus ada kata Ayeee segala,,, haduh... tapi gak pa pa,,,

Lanjut, masalah chemistry tentu saja tidak secara serta merta didapat, karena itu masalah proses, waktu dan pemahaman.. yang jelas doa Robithoh dengan menyebut nama mereka satu per satu dalam lantunan doa sudah terjadi,,,

ah,,, terlalu lama jika diceritakan per kata,,, maka insyaAllah akan ada kelanjutan edisinya... sepotong episode mozaik kehidupan bernama perasaan wanita,,, (ah,,, terlalu melankolis... ya memang begitulah adanya,,, melankolis sempurna yang sedang tertatih menjadi sanguinis)


Sabtu, 13 Agustus 2011

Sudahkah terbayar kontan?

ini bukan masalah hutang-piutang...
ini bukan masalah uang...
tapi masalah hati yang tak bisa kuikat layaknya "guru kehidupanku" mengikat hati kami sebagai saudara
akukah yang salah?
akukah yang tak bisa?

dan aku tak pernah rela, bila apa yang telah kita lalui bersama, apa yang telah kita perjuangkan bersama, apa yang telah kita bela bersama adalah hari-hari biasa yang berlalu tanpa arti,,, pun aku sudah berusaha menghimpun dari apa yang berserakan, namun ketika angin kembali berhembus,,, ia menerbangkan apa yang telah kuhimpun menjadi berserakan kembali,,,

ini bukan masalah ego dek,,,, tapi ternyata ego kita pun tak bisa melebur ketika kita berbaur,,, masing-masing pada ego dan jalannya,,, lalu apa esensi semua ini????

sudahkah terbayar kontan, rasa lelah, rasa sakit yang terus menjalar, dan rasa lemah yang kian bertambah?
sama sekali belum,,, ternyata mendapatkan hati kalian jauh melampaui batas wajar.... harga yang tak terbeli

sudahkah terbayar kontan tangisan berbuah air mata kala itu?
ketika aku tah paham maksud Robb ku dan aku memilih tetap percaya
meski kurasa aku tak sanggup memikulnya, tapi Dia kuatkan aku dengan kasih-NYA

Mungkin, sekali lagi aku tak paham maksud Robb- ku,,,
dan sekali lagi,,, aku memilih untuk tetap percaya,,,
Rencana-Nya jauh lebih indah dari apa yang kuterka

maka biarkan saja,,, apakah telah terbayar kontan ataukah belum,,,
biar Allah saja yang mencukupkannya...







Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...