Rabu, 31 Oktober 2012

jika aku on time

"Antum di mana e?
telat terus...
tahu gak, keterlambatan antum itu mendzalimi banyak orang"

teguran pertama. mak jleb-jleb...

selanjutnya...

"antum ini qiyadah bukan?
ada banyak yang merelakan banyak hal buat datang on time."

this is my fault.
apa orang lain memiliki rasa bersalah seperti rasa bersalah yang kumiliki?

Selasa, 09 Oktober 2012

learning by doing


belajar dari kehidupan

bukan sekedar teori karena kita beraksi
darisana kita bisa melihat, mendengar, memahami, merasakan

ternyata ada orang yang lebih lelah raganya, jiwanya, pikirnya.
ternyata masih banyak orang yang yang harus berseteru dengan kehidupan, pun di satu sisi banyak yang masih sembunyi atau bahkan malu-malu dari kehidupan.

belajar dari kehidupan, kita menemui kawan yang dengan sinarnya membuat kita hangat dan terus bersemangat
dan bahkan lawan, yang secara sembunyi atau terang-terangan ingin menjatuhkan

belajar dari kehidupan kita menemui pemimpin sejati
yang tidak pernah lari walau badai kehidupan menghampiri
karena ia menyelaraskan rasio dengan nurani
tetap tenang walau banyak tekanan
matanya teduh walau hatinya bergemuruh
ucapnya menentramkan jiwa semua hamba
tegas tanpa amarah
jelas kemana melangkah

dan bahkan kita menjadi pemimpin
bukan karena terpaksa tetapi kesadaran
karena jika hanya diam, tak akan ada perubahan

karena hakikatnya manusia adalah pemimpin di dunia
pemimpin bagi dirinya sendiri dan juga hatinya

belajar dari kehidupan kita akan menemui masalah-masalah
membuat kita berkata, "Aku bosan, aku lelah"
namun ketika dihadapkan dengan solusi, hati kita bahkan lebih cerah

belajar dari kehidupan membuat kita dewasa
karena kita paham dan kita telah melakukannya

belajar dari kehidupan menumbuhkan motivasi
karena dari siapa pun dari manapun kita terinspirasi
dan mulai sekarang giliran kita berkontribusi

SUDAH SIAPKAH MENGINSPIRASI DUNIA INI????

(teruntuk sahabat-sahabatku yang dengan tulusnya memperjuangkan kehidupan meski banyak orang meremehkan
sahabat-sahabatku yang lelah raganya, jiwanya, pikirnya... percayalah semua usahamu tidak sia-sia
sahabat-sahabatku yang tak pernah henti belajar memahami bahwa di balik masalah tercermin suatu hikmah,
dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan----> inna ma'al usri yusron
maka, tetaplah berdiri dan terus berlari mencapai mimpi-mimpi)

learning by doing


belajar dari kehidupan

bukan sekedar teori karena kita beraksi
darisana kita bisa melihat, mendengar, memahami, merasakan

ternyata ada orang yang lebih lelah raganya, jiwanya, pikirnya.
ternyata masih banyak orang yang yang harus berseteru dengan kehidupan, pun di satu sisi banyak yang masih sembunyi atau bahkan malu-malu dari kehidupan.

belajar dari kehidupan, kita menemui kawan yang dengan sinarnya membuat kita hangat dan terus bersemangat
dan bahkan lawan, yang secara sembunyi atau terang-terangan ingin menjatuhkan

belajar dari kehidupan kita menemui pemimpin sejati
yang tidak pernah lari walau badai kehidupan menghampiri
karena ia menyelaraskan rasio dengan nurani
tetap tenang walau banyak tekanan
matanya teduh walau hatinya bergemuruh
ucapnya menentramkan jiwa semua hamba
tegas tanpa amarah
jelas kemana melangkah

dan bahkan kita menjadi pemimpin
bukan karena terpaksa tetapi kesadaran
karena jika hanya diam, tak akan ada perubahan

karena hakikatnya manusia adalah pemimpin di dunia
pemimpin bagi dirinya sendiri dan juga hatinya

belajar dari kehidupan kita akan menemui masalah-masalah
membuat kita berkata, "Aku bosan, aku lelah"
namun ketika dihadapkan dengan solusi, hati kita bahkan lebih cerah

belajar dari kehidupan membuat kita dewasa
karena kita paham dan kita telah melakukannya

belajar dari kehidupan menumbuhkan motivasi
karena dari siapa pun dari manapun kita terinspirasi
dan mulai sekarang giliran kita berkontribusi

SUDAH SIAPKAH MENGINSPIRASI DUNIA INI????

(teruntuk sahabat-sahabatku yang dengan tulusnya memperjuangkan kehidupan meski banyak orang meremehkan
sahabat-sahabatku yang lelah raganya, jiwanya, pikirnya... percayalah semua usahamu tidak sia-sia
sahabat-sahabatku yang tak pernah henti belajar memahami bahwa di balik masalah tercermin suatu hikmah,
dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan----> inna ma'al usri yusron
maka, tetaplah berdiri dan terus berlari mencapai mimpi-mimpi)

revisi-untitle


teringat kata hati untuk tidak menigbarkan bendera putih. terlebih setelah berdiskusi dengan salah satu mahasiswa UGM. 
"Diadvokasi saja, kan jadi timbul pertanyaan, ke mana larinya uang hak mahasiswa itu kalau tidak tersalurkan?" katanya yang memang aktivis mahasiswa.

lalu aku minta pertimbangan advokasi BEM... "Berdayakan dulu advokasi hima, kalau tidak tembus, baru advokasi BEM.." sistem yang tidak to the point menurutku.

tapi kemudian aku teringat,,, ketika pernah mengikuti kajian ada perkataan yang selalu terngiang, "Kalau ada masalah, jangan protes kepada manusia, tapi proteslah kepada penguasa manusia"
dan memang kulakukan, karena itu adalah salah satu bentuk ikhtiar. waktu yang mustajab untuk berdoa, antara adzan dan iqomat subuh hari ini.. tentu saja merajuk pada Tuhan dan bukan berteriak-teriak laksana demo. takut...

dan apa yang terjadi saudara-saudara?

ketika aku ke kampus pagi harinya, mataku tertuju pada pengumuman urgent di papan pengumuman kemahasiswaan FISE yang intinya, perpanjangan pengambilan beasiswa diperpanjang sampai tanggal 30, dan pengumuman itu menyertakan namaku. MIFTA DAMAI R.

SUBHANALLAH... respon Allah memang sangat cepat... dan Dia memang sedang menguji prasangkaku pada-NYA. segera aku mencari tempat strategis untuk sujud syukur...

segala puji bagi ALLAH, Tuhan Semesta Alam...
dan seluruh elemen tubuhku bertahmid dan bertasbih memuji kuasa-NYA....

untitle


rasanya... bagai berjalan di bidang miring.
di satu sisi kau merasakan bahwa sebagian tubuhmu berada di tempat yang tinggi. di sisi lain kau merasa sebagian tubuhmu berada di tempat yang rendah. dan tak lama... kau akan tergelincir ke bawah.
time to take schoolarship was out... hanya terpaut satu hari...
yah,,, bagaimana pun, peraturan tetaplah peraturan, dan tidak bisa sembarangan memberikan kesempatan pada seorang mahasiswa yang belum bisa mengambil "hak" nya karena sakit.
" yah,,, berdoa saja, semoga ada perpanjangan waktu untuk mengambil beasiswa. ini lagi direkap. tapi kata PR III kemarin tak ada perpanjangan lagi," kata petugas di bagian kesejahteraan mahasiswa sambil tersenyum khas birokrat.
dan aku pun tersenyum... kecut...
"baiklah Pak, terima kasih, permisi..." kataku sambil berlalu, tapi naluriku berkata bahwa belum saatnya mengibarkan bendera putih.
"njenengan jurusan apa e mbak?" tanya seorang ibu petugas, mungkin timbul sedikit empati.
"administrasi negara, FISE, bu... mari..." dan aku benar-benar berlalu.
di satu waktu mereka memberi harapan yang indah dan membiarkan anganku melayang sampai ke langit, namun tak terpaut waktu, seketika mereka menghempaskannya ke bawah dan jatuh ke tanah...
bukan sedih... hanya sangat sedih...
bukan kecewa... tapi sangat kecewa...
mengingat perjuangan untuk mendapatkannya pun tak semudah membalikkan telapak tangan

dan langsung aku teringat pada lagunya Bondan feat Fade2 black:
"ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud
ya sudahlah...
saat kau berlari mengejar anganmu dan tak pernah sampai
ya sudahlah...
apa pun yang terjadi... dan sayangnya tak ada seorang pun di sini..."
ironis....

satu pelajaran bagi penerima beasiswa, jangan tunggu waktu untuk mengambil beasiswa mu... atau kau akan melihat bagianmu itu hangus terbakar waktu.

satu pelajaran lagi adalah Allah sedang menguji kepekaan, mungkin ini satu bentuk teguran karena kau lalai atau mungkin Dia menguji prasangkamu pada-Nya. karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

dan prasangka ku,,, kalau memang rejeki,,, gak bakal ke mana...

masih adakah benang merahnya?


masa,,, sepertinya boleh berganti
karena bagaimanapun kita diam, waktu tidak akan pernah berhenti
masalahnya,,, kalian pun terus berlari
hingga aku tak bisa menyentuh berapa masa yang telah terlewati?

rasanya memang baru kemarin
kita melalui ujian nasional, salah satu ujian kehidupan
tapi setelah kini kita lulus dari ujian kehidupan,
aku bingung kemana harus mencari kalian?

hmm... terlalu munafik jika tak mau mengakui
seperti aku, kalian mungkin telah jauh berubah
masa-masa SMA mungkin mengajarkan bagaimana kita harus berteori
tapi tampaknya kalian kini mulai beraksi dalam taraf aplikasi

masih terajut dalam hatiku
tiap potong senyum dan tawa kalian
sekalipun dimensi jarak dan waktu telah membentengi ruang kita saat ini
kuharap dimensi doa tetap tak terbatas
karena persahabatan bagiku bukanlah seberapa kita ingat pada kali pertama kita berjumpa
namun seberapa ingat nama-nama sahabat kita kala kita berdoa

aku pun cukup bahagia melihat kalian tumbuh
ya,,, dari sini
sekalipun jarang atau mungkin tak pernah meninjau lewat "say hello" dalam sms
tapi cukup melihat senyum kalian di facebook... kurasa,,,

pertanyaan besarnya,,, masih adakah benang merahnya?
masihkah kalian mengenangku sebagai seorang yang pernah tercatat dalam daftar orang yang kalian kenal dalam benakmu?
masihkah kalian mengingatku sebagai seorang Mifta yang dulu sekalipun kalian temui kini aku adalah orang yang begitu berbeda?

Saling melengkapi, ketika kau saling memahami :D


inspirasi ini muncul dari obrolan dengan seorang sahabat yang mengejutkan. Ya, seorang kejutan yang dikirim Allah agar langkah kaki tidak terombang-ambing dalam kesendirian. lalu, sejenak kami bercerita tentang organisasi masing-masing, tentang manajerialnya, tentang kepemimpinannya, hingga tentang cerita-cerita sepele yang lucu, tapi juga mengandungmakna.

1 hal yang membuatku begitu terpana, akan sebuah pernyataannya. 

"Di organisasiku itu ada struktur patner berpasangan. sebenarnya, itu tidak bagus karena akan ada salah satu yang mendominasi dan itu terbukti. tapi, ada pula sisi baiknya.  antara kami tak ada pembagian ranah kerja, kami hanya perlu fokus pada suatu kegiatan misalnya. ketika aku fokus di bagian ini, maka ia fokus di bagian yang lain, dan hal itu tak bisa dijelaskan."

aku menyela, "lalu bagaimana kau tahu jika ia sedang fokus dengan hal itu?"

"ya, aku melihatnya dari tindakannya. aku melihat dari pembicaraannya."

"membaca bahasa gerakan ya? atau bahasa hati?" tanyaku.

lalu ia melanjutkan.

"ya entahlah, memang seperti itu. tapi, bukan lantas karena fokus pada bagian masing-masing, kami jadi melupakan bagian yang dikerjakan patner kami. contohnya, ketika aku lupa mengerjakan sesuatu, ternyata sesuatu itu sudah dikerjakan dia. jadi tidak perlu menunggu-nunggu, dan tidak perlu saling menyalahkan --ini bagianku dan ini bagianmu yang harus dikerjakan--

kamu juga, Mift, harusnya seperti itu, budayakan kultur untuk saling melengkapi. jangan menunggu-nunggu mengerjakan. kalau bagian itu bisa kamu kerjakan, ya kerjakanlah."

hmmm... ini yang menjadi pikiranku saat ini. saat mindset kita terbatas oleh kotak-kotak bernama departemen, harapanku ini menjadi suatu pembelajaran, bahwa kita berada dalam organisasi yang sama dan bekerja bersama-sama, maka mari saling memahami, lalu saling melengkapi. :D

REVIEW DIALOG KEUMATAN LINTAS GERAKAN TEMA: WAJAH PERADABAN ISLAM 2012


  1. MMI
-   Komunis dibiarkan merehabilitasi dirinya, tersirat dalam:
 Pernyataan Mahfud MD,”Komunis boleh hidup di Indonesia, asalkan tidak dalam bentuk komunitas atau partai.”
 Wacana bahwa SBY akan melakukan penyelidikan tentang kemungkinan pelanggaran HAM terhadap kaum komunis di Indonesia.
-  Islam dianggap sebagai teroris
  Justru orang-orang yang cinta kepada Islam dituduh sebagai teroris, dan yang terbaru rohis juga dituduh sebagai teroris
 Fitnah terhadap gerakan-gerakan Islam
  Umat Islam dibuat benci terhadap sesama Islam atas nama terorisme
  Orang yang dibuat marah lalu tidak marah adalah keledai. (Imam Syafii). Konteks ini merupakan cerminan dari umat Islam yang dibuat marah oleh non Islam yang selalu mencari-cari celah untuk menodai Islam atas nama kebebasan berekspresi.
(Lalu tergantung bagaimana kemarahan itu diungkapkan dan dimanajemen)
-  Q.S. Al Ankabut: 12
Orang kafir berkata kepada orang mukmin, “Ikuti jalan kami”.
 Orang kafir menanamkan ideology baru untuk kalangan mukminin melalui cara berpakaian, muamalah, gaya hidup, dan sebagainya. Ideology baru yang dimaksud juga berupa liberalism, lesbianism, demokrasi dengan tujuan agar orang Islam berkompromi (bersikap lunak terhadap masalah aqidah, akhlak, muamalah, dan sebagainya) atau bersikap toleran terhadap orang kafir, jika tidak toleran dianggap sebagai Islam fundamfentalis, garis keras, dan radikal.
-  Q.S. Al Ankabut: 10
Fitnah orang kafir dianggap sebagai adzab dari Allah, ketika tekanan datang mereka tidak memiliki ketetapan hati untuk menjalankan agama Allah.
-  Setiap MUSLIM itu BERSAUDARA, meski berbeda GERAKAN dan JAMAAHNYA. Karena urusannya bukan menyangkut tentang aqidah, tetapi tentang afiliasi. Apa pun gerakannya, tugas Muslimin adalah meninggikan kalimat Allah.

2. Indonesia Tanpa JIL
“Penghinaan Agama”
Kasus Penghinaan Agama:
-          Tahun 1989 oleh Salman Rushdie dengan novel Ayat-Ayat Setan
-          Poster-poster tentang Islam dan karikatur Nabi Muhammad SAW
-          Film Innocence of Moslem tahun 2012
-          Nasr Hamid Abu Zayd (tokoh liberal Mesir) yang memperkenalkan tafsir hermeneutika terhadap Al-Qur’an
-          Sumanto Al Quththubi penulis buku Lubang Hitam Agama

Apa yang dapat kit abaca?
Terdapat upaya yang sistematis untuk menodai agama Islam

Solusinya?
Kembali berjamaah, bukan menonjolkan masing-masing gerakan.

3. IMM
-          Jangan sampai otak kita tercuci dengan adanya media
-          Film The Innocence of Moslem merupakan film kontradiktif yang menyiratkan kebingaungan.
-          Dalam menyikapinya, dianalogikan dengan kisah Yahudi buta yang selalu memaki Rasulullah padahal orang yang setiap hari datang dan menyuapinya adalah Rasulullah sendiri. Maknanya, cacian dan makian terhadap orang Muslim tidak boleh dibalas dengan hujatan, melainkan dengan kelembutan dan kasih sayang, karena Islam adalah agama rahmatan lil alamin.

4. HMI
-          Mari saling menghargai.
-          deIslamisasi tidak biasa kita hadapi, tapi pada zaman Rasulullah hal tersebut adalah hal biasa.
-          Peran HMI adalah saat ini adalah mengkritisi UU terorime yang dianggap menciderai Hak Azasi Manusia itu sendiri, salah satunya adalah Pasal 28 yang menyatakan bahwa seseorang dapat diduga sebagai teroris berdasarkan informasi dari intelijen. Faktanya, beredasarkan UU ini terjadi  banyak kasus salah tangkap.

5. KAMMI

-          Harusnya kita banyak-banyak berdoa bukan banyak-banyak emosi, meski dalam beberapa hal mengharuskan kita untuk emosi terhadap penistaan agama yang dilakukan oleh orang-orang kafir melalui perang pemikiran. Perang pemikiran lebih kompleks daripada perang senjata.
-          Apa sikap yang diambil KAMMI?
Salah satunya adalah mengadakan dialog keumatan ini. :-p

6. PMII
Sekali lagi diserukan bahwa umat Islam harus bersatu meninggikan kalimat Allah. PMII mengambil sikap tegas terhadap penistaan agama dan menyerukan agar sabar terhadap penghinaan tersebut.

7. Takmir Mujahidin

-          Melihat realita penghinaan terhadap agama ini ada 2 point yang dapat kita baca, yaitu kita tengah dilanda ujian kesabaran dan ujian kecerdasan.
-          Saat ini, umat Islam terjebak pada narsisme golongan, sehingga rapuh dan tidak kokoh.
-          Upaya pencerdasan umat harus kembali digelorakan, yaitu back to masjid! Karena masjid bukanlah hanya sarana ubudiyah saja, tetapi masjid adalah miniature peradaban yang menjadi pusat forum keilmuan.
-          Kesabaran harus diimbangi dengan kecerdasan untuk mengatasi terjadinya Islamophobia di kalangan masyarakat akibat klaim teroris yang dilakukan oleh orang Islam.


Catatan:
-          Perwakilan Dari KMNU berhalangan hadir dalam acara tersebut.
-          Ada satu gerakan yang tidak bisa pe-review identifikasi karena tidak memperkenalkan diri, perwakilannya berbicara tentang media massa yang ikut memojokkan Islam.
-          Perwakilan dari SKI-UKKI tidak tersimak karena Jam Malam Kos pe-review sudah menggelisahkan. :-p

REVIEW STRATEGI PERENCANAAN PEMBANGUNAN REGIONAL DALAM KAJIAN VARIASI KERUANGAN Oleh: Nurhadi


Pada awalnya, secara garis besar penulis mengemukakan kritiknya pada Teori Modernisasi khususnya Teori Keuntungan Komparativ yang dikemukakan oleh David Ricardo yang menyatakan bahwa setiap Negara harus melakukan spesialisasi produksi sesuai dengan keuntungan komparativ yang dimilikinya. Penulis cenderung menganalisis situasi dengan menggunakan Teori Ketergantungan sebagai kontradiksi dari Teori Modernisasi. Teori Modernisasi Keuntungan Komparativ memiliki konsep di mana Negara-negara harus melakukan spesialisasi hasil produksi sesuai dengan potensi yang dimiliki, di mana Negara dengan potensi pertanian yang tinggi harus focus kepada produksi pertanian, sedangkan Negara yang memiliki potensi industry yang tinggi juga harus focus kepada produksi industry. Menurut David Ricardo, Negara dengan spesialisasi pertanian maupun Negara dengan spesialisasi industry akan saling memberikan keuntungan, karena saling membutuhkan maka akan terjadi arus pertukaran di antara kedua jenis Negara. Namun, para pemikir dengan paradigma Teori Ketergantungan memberikan kritik kepada teori keuntungan komparativ bahwa spesialisasi tidak akan saling menguntungkan, namun merugikan Negara pinggiran.
Meminjam istilah Raul Prebisch, daerah dengan spesialisasi produksi industry disebut sebagai daerah pusat dan daerah dengan spesialisasi produksi pertanian disebut sebagai daerah pinggiran. Dalam konteks keruangan pembangunan regional dalam suatu Negara, selanjutnya daerah dalam konteks ini adalah kota dan daerah pinggiran adalah desa. Prebisch menyebutkan bahwa teori keuntungan komparativ sangat merugikan Negara pinggiran, seperti yang disebutkan penulis bahwa  industry yang tumbuh di kota, juga akan menyisihkan daerah pinggiran atau desa. Pernyataan Prebisch yang menyatakan bahwa Negara dengan spesialisasi komoditi industry sangat merugikan Negara dengan spesialisasi hasil pertanian didasarkan pada faktor- faktor di bawah ini:
Pertama, nilai tukar produk-produk pertanian berbeda dengan produk-produk industry. Produk-produk pertanian relative lebih murah daripada produk-produk industry, sehingga untuk mendapatkan sebuah produk industry harus ditukar dengan komoditi pertanian dengan jumlah yang sangat banyak.
Kedua, kemakmuran semakin meningkat di daerah industry dan kekuatan politik kaum buruh semakin besar, sehingga tingkat upah buruh meningkat. Hal tersebut akan menaikkan harga jual komoditi industry.
Faktor kedua tersebut sekaligus menginisiasi adanya urbanisasi dari daerah pinggiran ke pusat, pembangunan pun menjadi terpusat karena daerah pinggiran tidak tergarap. Dengan adanya pembangunan terpusat di kota, maka akan mengundang investasi dari pihak liberal yang lantas menerapkan Trickle Down Effect dan mengejar pertumbuhan ekonomi di kota. Saat itu memang terjadi pertumbuhan ekonomi, tapi belum bisa menunujukkan indicator keberhasilan pembangunan karena tidak ada ukuran pemerataan di dalamnya (kesenjangan tingkat ekonomi yang berakibat pada timbulnya kesenjangan sosial).
Namun, pada akhirnya  penulis mendukung teori Modernisasi, karena teori tersebut yang sering dan sedang dipraktikkan di Negara dunia ketiga yang sedang berkembang, termasuk Indonesia. Teori modernisasi yang diangkat penulis menggunakan konsep difusionis atau penyebaran, di mana dengan Trickle Down Effect yang dipelopori oleh daerah kota dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di daerah pinggiran.
Perlu kita cermati kembali, bahwa pembangunan pada era Orde Baru juga sering mengagungkan konsep Trickle Down Effect yang dianggap akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah pinggiran, namun justru yang terjadi adalah kesenjangan yang sangat besar pada pembangunan dan kemajuan yang dicapai oleh Pulau Jawa sebagai pusat pertumbuhan indutri yang dianggap akan memberikan efek mentes ke bawah kepada pulau-pulau lain. Akan tetapi pada kenyataannya konsep itu tidak pernah terjadi, yang terjadi adalah kesenjangan yang besar antara Jawa, terutama kota-kota besar dengan daerah-daerah pinggiran, serta daerah-daerah di pulau lain yang belum tersentuh pembangunan secara keseluruhan.

Gerakan Mahasiswa di Negeri Para Bedebah


…..
Di negeri para bedebah 
Orang baik dan bersih dianggap salah 
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan 
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah 
Karena hanya penguasa yang boleh marah 
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah 
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah 
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum 
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah 
Usirlah mereka dengan revolusi 
Bila tak mampu dengan revolusi, 
Dengan demonstrasi 
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi 
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
(Negeri Para Bedebah, karya Adhie Massardi)

Setiap zaman memiliki pahlawannya sendiri, begitu kata pepatah. Indonesia, dalam setiap fase perjalanannya tidak bisa dipisahkan dengan gerakan pemuda. Setiap zaman yang pernah dilalui oleh Indonesia pun juga memiliki pahlawan sendiri, pahlawan itu bernama pemuda. Pemuda sebagai investasi masa depan, memiliki peran yang besar dalam pembangunan suatu Negara. Pemuda adalah jiwa-jiwa yang haus akan ilmu pengetahuan, memiliki energi yang besar, baik energi fisik, psikis dan pikiran, oleh karenanya dalam setiap pembangunan selalu melibatkan eksistensi pemuda yang memang dipersiapkan sebagai pewaris tongkat estafet kepemimpinan di masa yang akan datang, yang tentunya diharapkan lebih gemilang. Karena itu selayaknya pemuda mempunyai spirit pembelajar, yaitu semangat untuk belajar dari apa pun, termasuk dari kesalahan generasi pendahulunya sehingga para pemuda tidak terjebak pada kesalahan yang sama, serta belajar untuk membuat atmosfer perubahan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Berbicara tentang pemuda, tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa. Mahasiswa adalah pemuda yang memiliki karakteristik khusus dibanding dengan pemuda pada umumnya. Mahasiswa selayaknya bangga, karena dengan gelar yang disandangnya sebagai “siswa tingkatan tertinggi” sering dinobatkan sebagai masyarakat intelektual yang berpendidikan, berperingai santun dan mampu membawa perubahan melalui kontribusi-kontribusi yang disyaratkan oleh Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. Mahasiswa juga tidak bisa dijauhkan dengan suatu hal yang dinamakan dengan ideologi gerakan, karena mahasiswa dinisbatkan sebagai agent of change dan iron stock bagi bangsa dan Negara. Maka sudah sewajarnya jika mendapati suatu masalah di Negara ini, mahasiswa tidak lantas diam, namun bergerak dan menjadi solusi atas masalah yang terjadi.
Pahlawan tiap zaman dalam sejarah Indonesia adalah para pemuda, yang diinisiasi oleh para mahasiswa. Masih segar dalam ingatan kita melalui buku-buku sejarah yang mengajarkan bahwa gerakan mahasiswa yang monumental ditengarai dengan lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 yang kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional, disusul  tanggal 28 Oktober 1928, di mana pemuda-pemuda dari seluruh Nusantara yang notabene berasal dari bermacam-macam perhimpunan pemuda atas nama daerah, agama dan budaya melepas atributnya dan mengikrarkan janji bersama demi persatuan dan kesatuan bangsa Indoenesia melalui Sumpah Pemuda. Gerakan pemuda yang memiliki ideologi tertinggi pencapaian Indonesia merdeka mencapai titik tertingginya pada tahun 1945 ketika dwitunggal memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, tidak cukup sampai di sana pergerakan pemuda, yang semula berperang melawan penjajah, kini harus berperang pula dengan bangsa sendiri yang ditandai dengan gerakan pemuda dalam menumbangkan Orde Lama pada tahun 1966 dan Orde Baru pada tahun 1998. Reformasi! Sebuah tuntutan yang terus digaungkan hingga mampu meruntuhkan rezim Orde Baru kala itu.
Berkaca pada gerakan mahasiswa tempo dulu, gerakan mahasiswa tetap memiliki “taring” tersendiri dalam menjalankan perannya sebagai pengontrol kebijakan yang menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat. Maka, apabila mahasiswa merasa kebijakan yang digelontorkan pemerintah mendzalimi rakyat, tidak ada pilihan lain selain bergerak!!! Namun, ada beberapa faktor pembeda dalam gerakan mahasiswa kini dengan tempo dulu. Pertama, Gerakan bersifat sporadis akibat banyaknya komunitas kepemudaan yang ada, sehingga efek yang ditimbulkan tidak terlalu memiliki arus yang besar. Kedua, Narsisme antar komunitas gerakan yang besar. Gerakan didasarkan pada keberpihakan komunitas saja, kemudian merasa bahwa gerakan komunitasnya adalah gerakan yang paling benar, dan gerakan komunitas lain itu kurang benar. Lantas hal tersebut berubah menjadi adu argumen yang kebanyakan dilakukan di media  sosial dengan cara-cara yang tidak sehat dan saling menghujat. Jika penyakit ini dibiarkan, maka akan timbul penyakit kronis yang mengancam stabilitas persatuan dan kesatuan Negara, karena perpecahan telah terjadi di ujung tombak suatu Negara, yaitu di kalangan pemuda. Ketiga. Gerakan anarkis dan tidak santun, diwarnai dengan hujat-menghujat, membakar ban, merusak fasilitas umum, mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat, bentrok dengan aparat penegak hukum, dan sebagainya.

Mengamati ketiga poin di atas, lantas siapa sebenarnya yang bedebah? Jika aksi-aksi protes mahasiswa mulai meresahkan rakyat yang namanya dipinjam untuk melakukan kerusuhan. Jika demonstrasi telah berubah menjadi bencana yang telah merampas hak milik publik. Jika gerakan mahasiswa tidak lagi santun serta tidak  mengedepankan kecerdasan logika dan hati nurani. Lantas apa bedanya dengan koruptor yang menjarah harta Negara, apa bedanya dengan penguasa yang tidak berpihak pada rakyat jelata?

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah 
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah 
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum 
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya

Maka bila negerimu dikuasai para bedebah 
Usirlah mereka dengan revolusi 
Bila tak mampu dengan revolusi, 
Dengan demonstrasi 
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi 
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan


Gerakan mahasiswa harus sering bercermin dengan fenomena-fenomena yang ada. Fenomena di masa lalu, tentang gerakan mahasiswa yang sering dibanggakan. Gerakan mahasiswa yang berpijak pada hati nurani untuk mengubah keadaan rakyat di suatu negeri yang kaya namun kekayaannya tidak cukup menyejahterakan rakyatnya, padahal pemimpinnya hidup berfoya-foya. Gerakan mahasiswa yang membawa arus besar perubahan, sehingga sering dikatakan bahwa gerakan mahasiswa adalah gerakan yang paling ditakutkan oleh para penguasa Negara. Gerakan mahasiswa kini merupakan pantulan yang bias dari gerakan yang dulu dibanggakan. Kini, setiap aksi yang dilakukan berubah menjadi kekacauan yang menggemparkan, diwarnai dengan kekerasan dan hujatan tanpa memandang peri kemanusiaan. Ada pula aksi yang tanpa nyawa, yang hanya berteriak-teriak berusaha mendapat dukungan massa dan berharap suaranya didengarkan para penguasa, yang ketika bertemu mahasiswa hanya mendapat obralan janji belaka. Namun, tidak seharusnya gerakan mahasiswa menjadi cengeng dan hanya merenungi nasibnya, karena bagaimanapun semangat mahasiswa adalah semangat yang memancarkan keoptimisan bahwa di negeri para bedebah, masih tersimpan kesempatan untuk bertaubat. Masih tersimpan harapan bahwa gerakan mahasiswa kembali ke wujud asalnya, yaitu gerakan yang santun dan intelektual.  Gerakan yang menyikapi setiap kebijakan melalui pendekatan segitiga gerakan, yaitu edukasi, konsolidasi dan aksi. Edukasi atau pendidikan untuk melakukan gerakan pencerdasan  dan pengokohan keilmuan para ilmuwan muda. Bergerak berdasarkan kepahaman, bukan sekedar ikut-ikutan. Konsolidasi untuk membangun basis gerakan, agar tidak sporadis, agar tidak rapuh. Kuncinya berada pada persatuan gerakan mahasiswa dan pemuda. Masing-masing komunitas menekan rasa egosentris pergerakan dan meleburnya seperti yang dilakukan pemuda 1928.  Melalui konsolidasi, aksi yang menjadi titik puncak dari segitiga gerakan akan menjadi aksi yang memiliki gelombang besar dan berdampak. Selanjutnya adalah aksi yang santun dan membawa misi perdamaian, tidak anarkis, tidak merusak fasilitas umum dan berbuat keonaran, menjauhi kekerasan dan tindakan kriminal, serta merangkul masyarakat kelas bawah yang sedang mereka perjuangkan.  Pertanyaan besarnya, siapa yang akan melakukan perubahan itu? Tentu saja mahasiswa itu sendiri, karena Tuhan tidak akan mengubah suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri mengubahnya.

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...