"Antum di mana e?
telat terus...
tahu gak, keterlambatan antum itu mendzalimi banyak orang"
teguran pertama. mak jleb-jleb...
selanjutnya...
"antum ini qiyadah bukan?
ada banyak yang merelakan banyak hal buat datang on time."
this is my fault.
apa orang lain memiliki rasa bersalah seperti rasa bersalah yang kumiliki?
Rabu, 31 Oktober 2012
Selasa, 09 Oktober 2012
learning by doing
belajar dari kehidupan
bukan sekedar teori karena kita beraksi
darisana kita bisa melihat, mendengar, memahami, merasakan
ternyata ada orang yang lebih lelah raganya, jiwanya, pikirnya.
ternyata masih banyak orang yang yang harus berseteru dengan kehidupan, pun di satu sisi banyak yang masih sembunyi atau bahkan malu-malu dari kehidupan.
belajar dari kehidupan, kita menemui kawan yang dengan sinarnya membuat kita hangat dan terus bersemangat
dan bahkan lawan, yang secara sembunyi atau terang-terangan ingin menjatuhkan
belajar dari kehidupan kita menemui pemimpin sejati
yang tidak pernah lari walau badai kehidupan menghampiri
karena ia menyelaraskan rasio dengan nurani
tetap tenang walau banyak tekanan
matanya teduh walau hatinya bergemuruh
ucapnya menentramkan jiwa semua hamba
tegas tanpa amarah
jelas kemana melangkah
dan bahkan kita menjadi pemimpin
bukan karena terpaksa tetapi kesadaran
karena jika hanya diam, tak akan ada perubahan
karena hakikatnya manusia adalah pemimpin di dunia
pemimpin bagi dirinya sendiri dan juga hatinya
belajar dari kehidupan kita akan menemui masalah-masalah
membuat kita berkata, "Aku bosan, aku lelah"
namun ketika dihadapkan dengan solusi, hati kita bahkan lebih cerah
belajar dari kehidupan membuat kita dewasa
karena kita paham dan kita telah melakukannya
belajar dari kehidupan menumbuhkan motivasi
karena dari siapa pun dari manapun kita terinspirasi
dan mulai sekarang giliran kita berkontribusi
SUDAH SIAPKAH MENGINSPIRASI DUNIA INI????
(teruntuk sahabat-sahabatku yang dengan tulusnya memperjuangkan kehidupan meski banyak orang meremehkan
sahabat-sahabatku yang lelah raganya, jiwanya, pikirnya... percayalah semua usahamu tidak sia-sia
sahabat-sahabatku yang tak pernah henti belajar memahami bahwa di balik masalah tercermin suatu hikmah,
dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan----> inna ma'al usri yusron
maka, tetaplah berdiri dan terus berlari mencapai mimpi-mimpi)
learning by doing
belajar dari kehidupan
bukan sekedar teori karena kita beraksi
darisana kita bisa melihat, mendengar, memahami, merasakan
ternyata ada orang yang lebih lelah raganya, jiwanya, pikirnya.
ternyata masih banyak orang yang yang harus berseteru dengan kehidupan, pun di satu sisi banyak yang masih sembunyi atau bahkan malu-malu dari kehidupan.
belajar dari kehidupan, kita menemui kawan yang dengan sinarnya membuat kita hangat dan terus bersemangat
dan bahkan lawan, yang secara sembunyi atau terang-terangan ingin menjatuhkan
belajar dari kehidupan kita menemui pemimpin sejati
yang tidak pernah lari walau badai kehidupan menghampiri
karena ia menyelaraskan rasio dengan nurani
tetap tenang walau banyak tekanan
matanya teduh walau hatinya bergemuruh
ucapnya menentramkan jiwa semua hamba
tegas tanpa amarah
jelas kemana melangkah
dan bahkan kita menjadi pemimpin
bukan karena terpaksa tetapi kesadaran
karena jika hanya diam, tak akan ada perubahan
karena hakikatnya manusia adalah pemimpin di dunia
pemimpin bagi dirinya sendiri dan juga hatinya
belajar dari kehidupan kita akan menemui masalah-masalah
membuat kita berkata, "Aku bosan, aku lelah"
namun ketika dihadapkan dengan solusi, hati kita bahkan lebih cerah
belajar dari kehidupan membuat kita dewasa
karena kita paham dan kita telah melakukannya
belajar dari kehidupan menumbuhkan motivasi
karena dari siapa pun dari manapun kita terinspirasi
dan mulai sekarang giliran kita berkontribusi
SUDAH SIAPKAH MENGINSPIRASI DUNIA INI????
(teruntuk sahabat-sahabatku yang dengan tulusnya memperjuangkan kehidupan meski banyak orang meremehkan
sahabat-sahabatku yang lelah raganya, jiwanya, pikirnya... percayalah semua usahamu tidak sia-sia
sahabat-sahabatku yang tak pernah henti belajar memahami bahwa di balik masalah tercermin suatu hikmah,
dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan----> inna ma'al usri yusron
maka, tetaplah berdiri dan terus berlari mencapai mimpi-mimpi)
revisi-untitle
teringat kata hati untuk tidak menigbarkan bendera putih. terlebih setelah berdiskusi dengan salah satu mahasiswa UGM.
"Diadvokasi saja, kan jadi timbul pertanyaan, ke mana larinya uang hak mahasiswa itu kalau tidak tersalurkan?" katanya yang memang aktivis mahasiswa.
lalu aku minta pertimbangan advokasi BEM... "Berdayakan dulu advokasi hima, kalau tidak tembus, baru advokasi BEM.." sistem yang tidak to the point menurutku.
tapi kemudian aku teringat,,, ketika pernah mengikuti kajian ada perkataan yang selalu terngiang, "Kalau ada masalah, jangan protes kepada manusia, tapi proteslah kepada penguasa manusia"
dan memang kulakukan, karena itu adalah salah satu bentuk ikhtiar. waktu yang mustajab untuk berdoa, antara adzan dan iqomat subuh hari ini.. tentu saja merajuk pada Tuhan dan bukan berteriak-teriak laksana demo. takut...
dan apa yang terjadi saudara-saudara?
ketika aku ke kampus pagi harinya, mataku tertuju pada pengumuman urgent di papan pengumuman kemahasiswaan FISE yang intinya, perpanjangan pengambilan beasiswa diperpanjang sampai tanggal 30, dan pengumuman itu menyertakan namaku. MIFTA DAMAI R.
SUBHANALLAH... respon Allah memang sangat cepat... dan Dia memang sedang menguji prasangkaku pada-NYA. segera aku mencari tempat strategis untuk sujud syukur...
segala puji bagi ALLAH, Tuhan Semesta Alam...
dan seluruh elemen tubuhku bertahmid dan bertasbih memuji kuasa-NYA....
untitle
rasanya... bagai berjalan di bidang miring.
di satu sisi kau merasakan bahwa sebagian tubuhmu berada di tempat yang tinggi. di sisi lain kau merasa sebagian tubuhmu berada di tempat yang rendah. dan tak lama... kau akan tergelincir ke bawah.
time to take schoolarship was out... hanya terpaut satu hari...
yah,,, bagaimana pun, peraturan tetaplah peraturan, dan tidak bisa sembarangan memberikan kesempatan pada seorang mahasiswa yang belum bisa mengambil "hak" nya karena sakit.
" yah,,, berdoa saja, semoga ada perpanjangan waktu untuk mengambil beasiswa. ini lagi direkap. tapi kata PR III kemarin tak ada perpanjangan lagi," kata petugas di bagian kesejahteraan mahasiswa sambil tersenyum khas birokrat.
dan aku pun tersenyum... kecut...
"baiklah Pak, terima kasih, permisi..." kataku sambil berlalu, tapi naluriku berkata bahwa belum saatnya mengibarkan bendera putih.
"njenengan jurusan apa e mbak?" tanya seorang ibu petugas, mungkin timbul sedikit empati.
"administrasi negara, FISE, bu... mari..." dan aku benar-benar berlalu.
di satu waktu mereka memberi harapan yang indah dan membiarkan anganku melayang sampai ke langit, namun tak terpaut waktu, seketika mereka menghempaskannya ke bawah dan jatuh ke tanah...
bukan sedih... hanya sangat sedih...
bukan kecewa... tapi sangat kecewa...
mengingat perjuangan untuk mendapatkannya pun tak semudah membalikkan telapak tangan
dan langsung aku teringat pada lagunya Bondan feat Fade2 black:
"ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud
ya sudahlah...
saat kau berlari mengejar anganmu dan tak pernah sampai
ya sudahlah...
apa pun yang terjadi... dan sayangnya tak ada seorang pun di sini..."
ironis....
satu pelajaran bagi penerima beasiswa, jangan tunggu waktu untuk mengambil beasiswa mu... atau kau akan melihat bagianmu itu hangus terbakar waktu.
satu pelajaran lagi adalah Allah sedang menguji kepekaan, mungkin ini satu bentuk teguran karena kau lalai atau mungkin Dia menguji prasangkamu pada-Nya. karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
dan prasangka ku,,, kalau memang rejeki,,, gak bakal ke mana...
masih adakah benang merahnya?
masa,,, sepertinya boleh berganti
karena bagaimanapun kita diam, waktu tidak akan pernah berhenti
masalahnya,,, kalian pun terus berlari
hingga aku tak bisa menyentuh berapa masa yang telah terlewati?
rasanya memang baru kemarin
kita melalui ujian nasional, salah satu ujian kehidupan
tapi setelah kini kita lulus dari ujian kehidupan,
aku bingung kemana harus mencari kalian?
hmm... terlalu munafik jika tak mau mengakui
seperti aku, kalian mungkin telah jauh berubah
masa-masa SMA mungkin mengajarkan bagaimana kita harus berteori
tapi tampaknya kalian kini mulai beraksi dalam taraf aplikasi
masih terajut dalam hatiku
tiap potong senyum dan tawa kalian
sekalipun dimensi jarak dan waktu telah membentengi ruang kita saat ini
kuharap dimensi doa tetap tak terbatas
karena persahabatan bagiku bukanlah seberapa kita ingat pada kali pertama kita berjumpa
namun seberapa ingat nama-nama sahabat kita kala kita berdoa
aku pun cukup bahagia melihat kalian tumbuh
ya,,, dari sini
sekalipun jarang atau mungkin tak pernah meninjau lewat "say hello" dalam sms
tapi cukup melihat senyum kalian di facebook... kurasa,,,
pertanyaan besarnya,,, masih adakah benang merahnya?
masihkah kalian mengenangku sebagai seorang yang pernah tercatat dalam daftar orang yang kalian kenal dalam benakmu?
masihkah kalian mengingatku sebagai seorang Mifta yang dulu sekalipun kalian temui kini aku adalah orang yang begitu berbeda?
Saling melengkapi, ketika kau saling memahami :D
inspirasi ini muncul dari obrolan dengan seorang sahabat yang mengejutkan. Ya, seorang kejutan yang dikirim Allah agar langkah kaki tidak terombang-ambing dalam kesendirian. lalu, sejenak kami bercerita tentang organisasi masing-masing, tentang manajerialnya, tentang kepemimpinannya, hingga tentang cerita-cerita sepele yang lucu, tapi juga mengandungmakna.
1 hal yang membuatku begitu terpana, akan sebuah pernyataannya.
"Di organisasiku itu ada struktur patner berpasangan. sebenarnya, itu tidak bagus karena akan ada salah satu yang mendominasi dan itu terbukti. tapi, ada pula sisi baiknya. antara kami tak ada pembagian ranah kerja, kami hanya perlu fokus pada suatu kegiatan misalnya. ketika aku fokus di bagian ini, maka ia fokus di bagian yang lain, dan hal itu tak bisa dijelaskan."
aku menyela, "lalu bagaimana kau tahu jika ia sedang fokus dengan hal itu?"
"ya, aku melihatnya dari tindakannya. aku melihat dari pembicaraannya."
"membaca bahasa gerakan ya? atau bahasa hati?" tanyaku.
lalu ia melanjutkan.
"ya entahlah, memang seperti itu. tapi, bukan lantas karena fokus pada bagian masing-masing, kami jadi melupakan bagian yang dikerjakan patner kami. contohnya, ketika aku lupa mengerjakan sesuatu, ternyata sesuatu itu sudah dikerjakan dia. jadi tidak perlu menunggu-nunggu, dan tidak perlu saling menyalahkan --ini bagianku dan ini bagianmu yang harus dikerjakan--
kamu juga, Mift, harusnya seperti itu, budayakan kultur untuk saling melengkapi. jangan menunggu-nunggu mengerjakan. kalau bagian itu bisa kamu kerjakan, ya kerjakanlah."
hmmm... ini yang menjadi pikiranku saat ini. saat mindset kita terbatas oleh kotak-kotak bernama departemen, harapanku ini menjadi suatu pembelajaran, bahwa kita berada dalam organisasi yang sama dan bekerja bersama-sama, maka mari saling memahami, lalu saling melengkapi. :D
REVIEW DIALOG KEUMATAN LINTAS GERAKAN TEMA: WAJAH PERADABAN ISLAM 2012
- MMI
- Komunis dibiarkan merehabilitasi dirinya, tersirat dalam:
Pernyataan Mahfud MD,”Komunis boleh hidup di Indonesia, asalkan tidak dalam bentuk komunitas atau partai.”
Wacana bahwa SBY akan melakukan penyelidikan tentang kemungkinan pelanggaran HAM terhadap kaum komunis di Indonesia.
- Islam dianggap sebagai teroris
Justru orang-orang yang cinta kepada Islam dituduh sebagai teroris, dan yang terbaru rohis juga dituduh sebagai teroris
Fitnah terhadap gerakan-gerakan Islam
Umat Islam dibuat benci terhadap sesama Islam atas nama terorisme
Orang yang dibuat marah lalu tidak marah adalah keledai. (Imam Syafii). Konteks ini merupakan cerminan dari umat Islam yang dibuat marah oleh non Islam yang selalu mencari-cari celah untuk menodai Islam atas nama kebebasan berekspresi.
(Lalu tergantung bagaimana kemarahan itu diungkapkan dan dimanajemen)
- Q.S. Al Ankabut: 12
Orang kafir berkata kepada orang mukmin, “Ikuti jalan kami”.
Orang kafir menanamkan ideology baru untuk kalangan mukminin melalui cara berpakaian, muamalah, gaya hidup, dan sebagainya. Ideology baru yang dimaksud juga berupa liberalism, lesbianism, demokrasi dengan tujuan agar orang Islam berkompromi (bersikap lunak terhadap masalah aqidah, akhlak, muamalah, dan sebagainya) atau bersikap toleran terhadap orang kafir, jika tidak toleran dianggap sebagai Islam fundamfentalis, garis keras, dan radikal.
- Q.S. Al Ankabut: 10
Fitnah orang kafir dianggap sebagai adzab dari Allah, ketika tekanan datang mereka tidak memiliki ketetapan hati untuk menjalankan agama Allah.
- Setiap MUSLIM itu BERSAUDARA, meski berbeda GERAKAN dan JAMAAHNYA. Karena urusannya bukan menyangkut tentang aqidah, tetapi tentang afiliasi. Apa pun gerakannya, tugas Muslimin adalah meninggikan kalimat Allah.
2. Indonesia Tanpa JIL
“Penghinaan Agama”
Kasus Penghinaan Agama:
- Tahun 1989 oleh Salman Rushdie dengan novel Ayat-Ayat Setan
- Poster-poster tentang Islam dan karikatur Nabi Muhammad SAW
- Film Innocence of Moslem tahun 2012
- Nasr Hamid Abu Zayd (tokoh liberal Mesir) yang memperkenalkan tafsir hermeneutika terhadap Al-Qur’an
- Sumanto Al Quththubi penulis buku Lubang Hitam Agama
Apa yang dapat kit abaca?
Terdapat upaya yang sistematis untuk menodai agama Islam
Solusinya?
Kembali berjamaah, bukan menonjolkan masing-masing gerakan.
3. IMM
- Jangan sampai otak kita tercuci dengan adanya media
- Film The Innocence of Moslem merupakan film kontradiktif yang menyiratkan kebingaungan.
- Dalam menyikapinya, dianalogikan dengan kisah Yahudi buta yang selalu memaki Rasulullah padahal orang yang setiap hari datang dan menyuapinya adalah Rasulullah sendiri. Maknanya, cacian dan makian terhadap orang Muslim tidak boleh dibalas dengan hujatan, melainkan dengan kelembutan dan kasih sayang, karena Islam adalah agama rahmatan lil alamin.
4. HMI
- Mari saling menghargai.
- deIslamisasi tidak biasa kita hadapi, tapi pada zaman Rasulullah hal tersebut adalah hal biasa.
- Peran HMI adalah saat ini adalah mengkritisi UU terorime yang dianggap menciderai Hak Azasi Manusia itu sendiri, salah satunya adalah Pasal 28 yang menyatakan bahwa seseorang dapat diduga sebagai teroris berdasarkan informasi dari intelijen. Faktanya, beredasarkan UU ini terjadi banyak kasus salah tangkap.
5. KAMMI
- Harusnya kita banyak-banyak berdoa bukan banyak-banyak emosi, meski dalam beberapa hal mengharuskan kita untuk emosi terhadap penistaan agama yang dilakukan oleh orang-orang kafir melalui perang pemikiran. Perang pemikiran lebih kompleks daripada perang senjata.
- Apa sikap yang diambil KAMMI?
Salah satunya adalah mengadakan dialog keumatan ini. :-p
6. PMII
Sekali lagi diserukan bahwa umat Islam harus bersatu meninggikan kalimat Allah. PMII mengambil sikap tegas terhadap penistaan agama dan menyerukan agar sabar terhadap penghinaan tersebut.
7. Takmir Mujahidin
- Melihat realita penghinaan terhadap agama ini ada 2 point yang dapat kita baca, yaitu kita tengah dilanda ujian kesabaran dan ujian kecerdasan.
- Saat ini, umat Islam terjebak pada narsisme golongan, sehingga rapuh dan tidak kokoh.
- Upaya pencerdasan umat harus kembali digelorakan, yaitu back to masjid! Karena masjid bukanlah hanya sarana ubudiyah saja, tetapi masjid adalah miniature peradaban yang menjadi pusat forum keilmuan.
- Kesabaran harus diimbangi dengan kecerdasan untuk mengatasi terjadinya Islamophobia di kalangan masyarakat akibat klaim teroris yang dilakukan oleh orang Islam.
Catatan:
- Perwakilan Dari KMNU berhalangan hadir dalam acara tersebut.
- Ada satu gerakan yang tidak bisa pe-review identifikasi karena tidak memperkenalkan diri, perwakilannya berbicara tentang media massa yang ikut memojokkan Islam.
- Perwakilan dari SKI-UKKI tidak tersimak karena Jam Malam Kos pe-review sudah menggelisahkan. :-p
REVIEW STRATEGI PERENCANAAN PEMBANGUNAN REGIONAL DALAM KAJIAN VARIASI KERUANGAN Oleh: Nurhadi
Pada
awalnya, secara garis besar penulis mengemukakan kritiknya pada Teori
Modernisasi khususnya Teori Keuntungan Komparativ yang dikemukakan oleh David
Ricardo yang menyatakan bahwa setiap Negara harus melakukan spesialisasi
produksi sesuai dengan keuntungan komparativ yang dimilikinya. Penulis cenderung
menganalisis situasi dengan menggunakan Teori Ketergantungan sebagai
kontradiksi dari Teori Modernisasi. Teori Modernisasi Keuntungan Komparativ
memiliki konsep di mana Negara-negara harus melakukan spesialisasi hasil
produksi sesuai dengan potensi yang dimiliki, di mana Negara dengan potensi
pertanian yang tinggi harus focus kepada produksi pertanian, sedangkan Negara
yang memiliki potensi industry yang tinggi juga harus focus kepada produksi
industry. Menurut David Ricardo, Negara dengan spesialisasi pertanian maupun
Negara dengan spesialisasi industry akan saling memberikan keuntungan, karena
saling membutuhkan maka akan terjadi arus pertukaran di antara kedua jenis
Negara. Namun, para pemikir dengan paradigma Teori Ketergantungan memberikan
kritik kepada teori keuntungan komparativ bahwa spesialisasi tidak akan saling
menguntungkan, namun merugikan Negara pinggiran.
Meminjam
istilah Raul Prebisch, daerah dengan spesialisasi produksi industry disebut
sebagai daerah pusat dan daerah dengan spesialisasi produksi pertanian disebut
sebagai daerah pinggiran. Dalam konteks keruangan pembangunan regional dalam
suatu Negara, selanjutnya daerah dalam konteks ini adalah kota dan daerah
pinggiran adalah desa. Prebisch menyebutkan bahwa teori keuntungan komparativ
sangat merugikan Negara pinggiran, seperti yang disebutkan penulis bahwa industry yang tumbuh di kota, juga akan
menyisihkan daerah pinggiran atau desa. Pernyataan Prebisch yang menyatakan
bahwa Negara dengan spesialisasi komoditi industry sangat merugikan Negara
dengan spesialisasi hasil pertanian didasarkan pada faktor- faktor di bawah
ini:
Pertama,
nilai tukar produk-produk pertanian berbeda dengan produk-produk industry.
Produk-produk pertanian relative lebih murah daripada produk-produk industry,
sehingga untuk mendapatkan sebuah produk industry harus ditukar dengan komoditi
pertanian dengan jumlah yang sangat banyak.
Kedua,
kemakmuran semakin meningkat di daerah industry dan kekuatan politik kaum buruh
semakin besar, sehingga tingkat upah buruh meningkat. Hal tersebut akan
menaikkan harga jual komoditi industry.
Faktor
kedua tersebut sekaligus menginisiasi adanya urbanisasi dari daerah pinggiran
ke pusat, pembangunan pun menjadi terpusat karena daerah pinggiran tidak
tergarap. Dengan adanya pembangunan terpusat di kota, maka akan mengundang
investasi dari pihak liberal yang lantas menerapkan Trickle Down Effect dan mengejar pertumbuhan ekonomi di kota. Saat
itu memang terjadi pertumbuhan ekonomi, tapi belum bisa menunujukkan indicator
keberhasilan pembangunan karena tidak ada ukuran pemerataan di dalamnya
(kesenjangan tingkat ekonomi yang berakibat pada timbulnya kesenjangan sosial).
Namun,
pada akhirnya penulis mendukung teori
Modernisasi, karena teori tersebut yang sering dan sedang dipraktikkan di
Negara dunia ketiga yang sedang berkembang, termasuk Indonesia. Teori
modernisasi yang diangkat penulis menggunakan konsep difusionis atau
penyebaran, di mana dengan Trickle Down
Effect yang dipelopori oleh daerah kota dapat menjadi pemicu pertumbuhan
ekonomi di daerah pinggiran.
Perlu
kita cermati kembali, bahwa pembangunan pada era Orde Baru juga sering
mengagungkan konsep Trickle Down Effect yang dianggap akan memacu pertumbuhan
ekonomi di daerah-daerah pinggiran, namun justru yang terjadi adalah
kesenjangan yang sangat besar pada pembangunan dan kemajuan yang dicapai oleh
Pulau Jawa sebagai pusat pertumbuhan indutri yang dianggap akan memberikan efek
mentes ke bawah kepada pulau-pulau lain. Akan tetapi pada kenyataannya konsep
itu tidak pernah terjadi, yang terjadi adalah kesenjangan yang besar antara
Jawa, terutama kota-kota besar dengan daerah-daerah pinggiran, serta
daerah-daerah di pulau lain yang belum tersentuh pembangunan secara
keseluruhan.
Gerakan Mahasiswa di Negeri Para Bedebah
…..
Di negeri para bedebah
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Orang baik dan bersih dianggap salah
Dipenjarakan hanya karena sering ketemu wartawan
Menipu rakyat dengan pemilu menjadi lumrah
Karena hanya penguasa yang boleh marah
Sedang rakyatnya hanya bisa pasrah
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
(Negeri Para Bedebah,
karya Adhie Massardi)
Setiap
zaman memiliki pahlawannya sendiri, begitu kata pepatah. Indonesia, dalam
setiap fase perjalanannya tidak bisa dipisahkan dengan gerakan pemuda. Setiap
zaman yang pernah dilalui oleh Indonesia pun juga memiliki pahlawan sendiri,
pahlawan itu bernama pemuda. Pemuda sebagai investasi masa depan, memiliki
peran yang besar dalam pembangunan suatu Negara. Pemuda adalah jiwa-jiwa yang
haus akan ilmu pengetahuan, memiliki energi yang besar, baik energi fisik, psikis
dan pikiran, oleh karenanya dalam setiap pembangunan selalu melibatkan
eksistensi pemuda yang memang dipersiapkan sebagai pewaris tongkat estafet
kepemimpinan di masa yang akan datang, yang tentunya diharapkan lebih gemilang.
Karena itu selayaknya pemuda mempunyai spirit pembelajar, yaitu semangat untuk
belajar dari apa pun, termasuk dari kesalahan generasi pendahulunya sehingga
para pemuda tidak terjebak pada kesalahan yang sama, serta belajar untuk
membuat atmosfer perubahan yang bermanfaat bagi kemaslahatan umat.
Berbicara
tentang pemuda, tidak bisa dipisahkan dengan mahasiswa. Mahasiswa adalah pemuda
yang memiliki karakteristik khusus dibanding dengan pemuda pada umumnya.
Mahasiswa selayaknya bangga, karena dengan gelar yang disandangnya sebagai
“siswa tingkatan tertinggi” sering dinobatkan sebagai masyarakat intelektual
yang berpendidikan, berperingai santun dan mampu membawa perubahan melalui
kontribusi-kontribusi yang disyaratkan oleh Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu
Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian. Mahasiswa juga tidak bisa dijauhkan
dengan suatu hal yang dinamakan dengan ideologi gerakan, karena mahasiswa
dinisbatkan sebagai agent of change
dan iron stock bagi bangsa dan
Negara. Maka sudah sewajarnya jika mendapati suatu masalah di Negara ini,
mahasiswa tidak lantas diam, namun bergerak dan menjadi solusi atas masalah
yang terjadi.
Pahlawan
tiap zaman dalam sejarah Indonesia adalah para pemuda, yang diinisiasi oleh
para mahasiswa. Masih segar dalam ingatan kita melalui buku-buku sejarah yang
mengajarkan bahwa gerakan mahasiswa yang monumental ditengarai dengan lahirnya
organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908 yang kini diperingati sebagai Hari
Kebangkitan Nasional, disusul tanggal 28
Oktober 1928, di mana pemuda-pemuda dari seluruh Nusantara yang notabene
berasal dari bermacam-macam perhimpunan pemuda atas nama daerah, agama dan budaya
melepas atributnya dan mengikrarkan janji bersama demi persatuan dan kesatuan
bangsa Indoenesia melalui Sumpah Pemuda. Gerakan pemuda yang memiliki ideologi
tertinggi pencapaian Indonesia merdeka mencapai titik tertingginya pada tahun
1945 ketika dwitunggal memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun, tidak
cukup sampai di sana pergerakan pemuda, yang semula berperang melawan penjajah,
kini harus berperang pula dengan bangsa sendiri yang ditandai dengan gerakan
pemuda dalam menumbangkan Orde Lama pada tahun 1966 dan Orde Baru pada tahun
1998. Reformasi! Sebuah tuntutan yang terus digaungkan hingga mampu meruntuhkan
rezim Orde Baru kala itu.
Berkaca
pada gerakan mahasiswa tempo dulu, gerakan mahasiswa tetap memiliki “taring”
tersendiri dalam menjalankan perannya sebagai pengontrol kebijakan yang menjadi
jembatan antara pemerintah dan rakyat. Maka, apabila mahasiswa merasa kebijakan
yang digelontorkan pemerintah mendzalimi rakyat, tidak ada pilihan lain selain
bergerak!!! Namun, ada beberapa faktor pembeda dalam gerakan mahasiswa kini
dengan tempo dulu. Pertama, Gerakan
bersifat sporadis akibat banyaknya komunitas kepemudaan yang ada, sehingga efek
yang ditimbulkan tidak terlalu memiliki arus yang besar. Kedua, Narsisme antar komunitas gerakan yang besar. Gerakan
didasarkan pada keberpihakan komunitas saja, kemudian merasa bahwa gerakan
komunitasnya adalah gerakan yang paling benar, dan gerakan komunitas lain itu
kurang benar. Lantas hal tersebut berubah menjadi adu argumen yang kebanyakan
dilakukan di media sosial dengan
cara-cara yang tidak sehat dan saling menghujat. Jika penyakit ini dibiarkan,
maka akan timbul penyakit kronis yang mengancam stabilitas persatuan dan
kesatuan Negara, karena perpecahan telah terjadi di ujung tombak suatu Negara,
yaitu di kalangan pemuda. Ketiga. Gerakan
anarkis dan tidak santun, diwarnai dengan hujat-menghujat, membakar ban,
merusak fasilitas umum, mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat,
bentrok dengan aparat penegak hukum, dan sebagainya.
Mengamati ketiga poin di atas, lantas siapa
sebenarnya yang bedebah? Jika aksi-aksi protes mahasiswa mulai meresahkan
rakyat yang namanya dipinjam untuk melakukan kerusuhan. Jika demonstrasi telah
berubah menjadi bencana yang telah merampas hak milik publik. Jika gerakan
mahasiswa tidak lagi santun serta tidak mengedepankan kecerdasan logika dan hati
nurani. Lantas apa bedanya dengan koruptor yang menjarah harta Negara, apa
bedanya dengan penguasa yang tidak berpihak pada rakyat jelata?
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Jangan tergesa-gesa mengadu kepada Allah
Karena Tuhan tak akan mengubah suatu kaum
Kecuali kaum itu sendiri mengubahnya
Maka bila negerimu dikuasai para bedebah
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Usirlah mereka dengan revolusi
Bila tak mampu dengan revolusi,
Dengan demonstrasi
Bila tak mampu dengan demonstrasi, dengan diskusi
Tapi itulah selemah-lemahnya iman perjuangan
Gerakan mahasiswa harus sering bercermin dengan
fenomena-fenomena yang ada. Fenomena di masa lalu, tentang gerakan mahasiswa
yang sering dibanggakan. Gerakan mahasiswa yang berpijak pada hati nurani untuk
mengubah keadaan rakyat di suatu negeri yang kaya namun kekayaannya tidak cukup
menyejahterakan rakyatnya, padahal pemimpinnya hidup berfoya-foya. Gerakan
mahasiswa yang membawa arus besar perubahan, sehingga sering dikatakan bahwa
gerakan mahasiswa adalah gerakan yang paling ditakutkan oleh para penguasa
Negara. Gerakan mahasiswa kini merupakan pantulan yang bias dari gerakan yang
dulu dibanggakan. Kini, setiap aksi yang dilakukan berubah menjadi kekacauan yang
menggemparkan, diwarnai dengan kekerasan dan hujatan tanpa memandang peri
kemanusiaan. Ada pula aksi yang tanpa nyawa, yang hanya berteriak-teriak
berusaha mendapat dukungan massa dan berharap suaranya didengarkan para
penguasa, yang ketika bertemu mahasiswa hanya mendapat obralan janji belaka.
Namun, tidak seharusnya gerakan mahasiswa menjadi cengeng dan hanya merenungi
nasibnya, karena bagaimanapun semangat mahasiswa adalah semangat yang memancarkan
keoptimisan bahwa di negeri para bedebah, masih tersimpan kesempatan untuk
bertaubat. Masih tersimpan harapan bahwa gerakan mahasiswa kembali ke wujud
asalnya, yaitu gerakan yang santun dan intelektual. Gerakan yang menyikapi setiap kebijakan
melalui pendekatan segitiga gerakan, yaitu edukasi, konsolidasi dan aksi.
Edukasi atau pendidikan untuk melakukan gerakan pencerdasan dan pengokohan keilmuan para ilmuwan muda.
Bergerak berdasarkan kepahaman, bukan sekedar ikut-ikutan. Konsolidasi untuk
membangun basis gerakan, agar tidak sporadis, agar tidak rapuh. Kuncinya berada
pada persatuan gerakan mahasiswa dan pemuda. Masing-masing komunitas menekan
rasa egosentris pergerakan dan meleburnya seperti yang dilakukan pemuda
1928. Melalui konsolidasi, aksi yang
menjadi titik puncak dari segitiga gerakan akan menjadi aksi yang memiliki
gelombang besar dan berdampak. Selanjutnya adalah aksi yang santun dan membawa
misi perdamaian, tidak anarkis, tidak merusak fasilitas umum dan berbuat
keonaran, menjauhi kekerasan dan tindakan kriminal, serta merangkul masyarakat
kelas bawah yang sedang mereka perjuangkan. Pertanyaan besarnya, siapa yang akan melakukan
perubahan itu? Tentu saja mahasiswa itu sendiri, karena Tuhan tidak akan
mengubah suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri mengubahnya.
Langganan:
Postingan (Atom)
Separuh Jalan
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
-
Administrasi Negara: Batu Loncatan Untuk Masa Depan (Sebuah Refleksi Dari, Untuk, Oleh Mahasiswa AN)Masih terbayang jelas, ketika pengumuman SNMPTN menunjukkan bahwa penulis diterima di Ilmu Administrasi Negara UNY yang merupakan salah ...
-
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...