Yang ini, kupersembahkan untuk rekan-rekan PH, rekan-rekan terbaik di dunia yang telah menikmati pahit getirnya Ospek, dan kita,,,, tertawa bersama,,,
dan kita,,, menangis pun bersama,,,
Mengenang episode-episode kebersamaan dengan kalian, seperti kembali menyusun potongan mozaik-mozaik kehidupan,,, yang percaya atau tidak,,, tak akan pernah terlupakan....
"Jabat tanganku, mungkin tuk yang terakhir kali,,, kita berbincang tentang memori di masa itu
kita terharu seakan tak akan bertemu lagi
bersenang-senanglah karena hari ini yang kan kita rindukan
satu kisah klasik untuk masa depan
bersenang-senanglah karena hari ini yang akan kita banggakan
di hari tua....."
(OST. ending Ospek FISE by Sheila On Seven)
Seiring tangisanku dan Sidik yang entah mengapa tiba-tiba menangis di depanku,,, sementara perasaanku waktu itu campur aduk, nanas, melon, semangka, seperti es buah yang sedang dibagikan kepada maba,,, Terima kasih Sidik dan teman-teman perkap, telah menjadi partmer sejati sie acara,,, tanpa kalian, acara hanyalah konsepan-konsepan kosong belaka... terima kasih telah menjadi pahlawan, sekalipun pahlawan tak dikenal... tapi percayalah, bagi teman-teman panitia, kalianlah "the real hero" di Ospek ini... bukankah Allah akan memberi naungan kepada orang yang memberi dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya tidak mengetahuinya???
bangga rasanya, bisa berada di antara orang-orang yang luar biasa.... dahsyat!!! seperti FISE dan Ospek ini...
masih teringat, malam TM 1 bersama Dian dan Annisa, hampir tidak tidur semalaman untuk menge- plot- kan maba ke dalam gugus... rasa pusing dan mengantuk dikalahkan oleh satu kepercayaan,,,, "Ospek besok pagi adalah ospek yang membanggakan, dan kita harus kuat... karena ini adalah salah satu warna yang suatu saat akan kita rindukan." dan aku juga membayangkan.... betapa saat itu Mentari dan Septi juga tengah berpusing-pusing ria merekap data maba hingga mata cantik mereka tampak lebih hitam dan tebal keesokan harinya...
atau Okti dan Ika yang sibuk dengan pembagian uang, atau memprediksi pengeluaran yang akan segera dikeluarkan... orang-orang di balik layar yang lebih pusing dari yang turun di lapangan... kerja kita bukan sia-sia belaka,,,
kepada Dhoni Aldiano yang telah bersusah payah dan berulang kali mengajukan proposal, meski harus mengalami penolakan... orang-orang sepertimu ini adalah orang-orang dengan mental baja, yang suatu saat tak akan kaget dengan kerasnya kehidupan,,, begitu pula para Srikandi Humas yang dikomando oleh Novia,,, kalian wanita, tapi kalian hebat,,, karena tak membiarkan perasaan dominan atas logika, ketika kalian ditolak, dimarahi, atau mungkin dimaki... itulah wanita seharusnya tetap tegar dan kuat menantang badai, meski kapal dalam hatinya telah hancur berantakan,,, salut!!! karena aku pun mungkin tak akan bisa seperti itu...
untuk adik bawang (Wahyu Sejati) yang telah menuruti kata kakak bawang,,, pinter milih lagunya,,, suatu saat kau yang akan berdiri di posisi strategis AN, seperti kami bertiga yang telah jatuh bangun demi sekedar eksistensi AN UNY yang dulu dipandang sebelah mata,,,,
kepada Uus, ibu konsumsi kita... tanpa konsumsi,,, loe, loe, loe, gue,,, end... kata-kata yang akan selalu kuingat Us,,, kata-kata yang lucu sekaligus menjadi penyemangat buat kami semua. kami tau betapa lelahnya kau tiap hari berkutat dengan konsumsi,,, kami juga tau bagaimana gerobak cinta sie konsumsi kau isi dengan harapan terbaik,,, hingga di ospek hari terakhir ketika membuat es buah basecamp konsumsi seakan kau sulap seperti dapur para "rewang" saat ada acara "mantenan",,, lengkap dengan "gendhing jawa-nya..." Dahsyat!!!
untuk Cucu yang juga menjadi partner berpusing-pusing ria ketika tak ada kejelasan dari panitia univ dan panitia display mengenai jalur keberangkatan kita.... terimakasih telah merelakan sedekah senyum untuk beberapa waktu. selamat!!! wajahmu menghiasi halaman depan Ekspedisi Edisi Ospek yang keempat, persis seperti leluhurmu, mbak Deviyanda yang wajahnya juga terpampang di ahlaman pertama... memang FISE kampus pergerakan yang selalu eksis sepanjang masa,,,, meski ini adalah Ospek terakhir FISE,,,
weni,,, meskipun imut dan kecil, tapi hari-hari Ospek adalah saksi keperkasaanmu....teman-teman P3K yang selalu menyediakan counterpain untuk panitia yang pegel-pegel, adalah bukti betapa kalian peduli... dengan sigap menolong maba yang sakit.... berbanggalah, karena membawa manfaat bagi orang lain,,, dan itulah sebaik-baik umat -orang yang bermanfaat buat orang lain-.
untuk sahabat terbaik dan yang tak kan tergantikan, Nisa,,, aku sudah tidak bisa berkata apa-apa tentangmu... cukup aku dan Allah saja yang berbincang tentangmu,,, rasa kasihku melebihi rasa terima kasih yang ingin kusampaikan. dan untuk pasangannya cholid, yang telah menjadi partner dan membuatnya tetap bisa tertawa di tengah tekanan yang melanda... Maaf ya Lid, miskomunikasi di GOR dulu jangan dimasukkan ke hati... itu semua kesalahanku... seorang yang sedang belajar menjadi korlap untuk acara sebesar Ospek....
dan yang terakhir,,, adekku, Taat... yang tabah ya nak,,, analogi sebuah pegas, semakin ia ditekan, maka akan semakin tinggi ia melompat... masalah yang menderamu,- salah - mendera kita semua, bukanlah tanggung jawabmu seorang,,, tapi tanggung jawab kita bersama. persepsi ayng tidak benar ketika kau berusaha menanggungnya sendiri dengan dalih, biar aku konsen dengan acara saja,,, tidak,,, tidak seperti itu dek,,, kita adalah satu tim, dan ini bukan saja menyangkut masalah teknis yang menyangkut hal-hal profesional. mentang-mentang kau ketua ospeknya? lebih dari itu, aku ingin menjadi bagian yang menanggung dari apa yang kau tanggung,,, karena kita bersaudara. mungkin bukan karena ikatan darah, tapi karena ikatan akidah... ya,,, ukhuwah,,, dan salah satu yang menguatkan ukhuwah adalah timbulnya masalah-masalah,,,,
malam itu, malam ketika kau "diculik", aku dimarahi bapakmu seakan aku tidak peduli dengan dampak kebijakan yang seharusnya kita tanggung bersama,,,, dan saat itulah aku tak tahu apa yang harus aku lakukan selain berdoa untukmu. bahkan saat kau kirim sms, "Titip Ospek Fakultas ya..." kata-katamu mungkin sederhana, tapi dampaknya padaku sungguh luar biasa... tameng yang kupasang sejak dari awal luluh lantak, bukan hanya saat itu, saat aku sendirian berteman sepi. tapi juga di hadapan orang-orang,,,, karena tidak akan kumaafkan diriku sendiri ketika suatu hal yang buruk menimpa pemimpin sepertimu....
wah... inilah sebuah pengakuan,,, hal-hal yang tersisa dari episode Ospek yang indah-ketika menyambut kedatangan maba, dan mereka tersenyum.... kebahagiaan luar biasa hinggap di hati, menyaksikan senyum di wajah mereka, dan itu cukup bagiku untuk melupakan perihnya sakit ketika jatuh bangun membela Ospek di tengah banyaknya tekanan-,
hal-hal yang tersisa dari sebuah kepahitan,,,, dan tak perlu kita perbincangkan ujungnya berada di mana.
hal-hal yang akan selalu hidup, bahwa AKU BANGGA PERNAH MENJADI BAGIAN DARI KALIAN dan pernah berjuang bersama kalian...
saatnya generasi tua konsen dengan tujuan awalnya, dan generasi muda maju ke hadapan. tuntaskan tugas sejarah di masa depan,,, karena kalian orang-orang terpilih itu!!!
memori ini akan terus hidup meski aktor-aktor di dalamnya tergilas oleh waktu dan mulai menua.... sepotong episode kisah klasik untuk masa depan...
_Pengakuan dari seseorang di balik panggung, yang ribet dengan HT dan megaphone.... yang berusaha percaya bahwa dirinya BISA, meski sisi lain dirinya berkata tidak bisa_
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Separuh Jalan
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
-
Administrasi Negara: Batu Loncatan Untuk Masa Depan (Sebuah Refleksi Dari, Untuk, Oleh Mahasiswa AN)Masih terbayang jelas, ketika pengumuman SNMPTN menunjukkan bahwa penulis diterima di Ilmu Administrasi Negara UNY yang merupakan salah ...
-
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar