Minggu, 14 Agustus 2011

Sepotong Episode OSPEK terakhir FISE part I

"Sepotong Episode masa lalu aku..."
(Edcoustic)

Nasyid yang sering dinyanyikan oleh Budi Sulaiman ketika saya belum kenal dengan beliau menari-nari di telinga. entah mengapa, hanya saja,,, ospek fise terakhir kemarin memang seperti sepotong episode dari jutaan episode perjalanan saya di UNY. mengenang masa-masa yang bisa dibilang indah, karena kebersamaan yang telah terjalin beberapa bulan dengan semua teman-teman panitia ospek fise yang dahsyat, meski tak sepenuhnya indah, karena ada kalanya problematika dan konflik internal maupun eksternal turut berpartisipasi menghiasi agenda ospek ini. mengenang masa-masa yang "memprihatinkan" karena harus tumbuh mandiri di tengah keterbatasan dan tekanan, pun sekaligus masa-masa heroik yang penuh dengan perjuangan, pengorbanan, jatuh bangun, tetesan peluh dan juga air mata. Bela Ospek FISE sampai tetes darah penghabisan!!!! (hehe,,,)

bermula dari amanah sebagai koordinator acara,,,, What? koordinator acara!!! satu shocking therapy tersendiri bagi saya... bisakah? mampukah? "Why must me???" pertanyaan yang selalu menghinggapi benak dan merajai pikiran tiap harinya. bukankah masih banyak kawan lain yang kapasitasnya ada di atas saya? lalu, seorang kawan mengirim sms yang sangat tepat dengan moment waktu itu....
"Ketika aku tak paham maksud Robb-ku, maka aku memilih percaya... karena Ia jauh lebih tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya."
cukup menguatkan, karena pada saat itu, saya benar-benar tak paham dengan maksud Allah terhadap diri ini. tapi bukankah "Inna shalati wanusuki wamahyaya wa mamati lillahi robbil alamin...." seperti itulah harusnya penerimaan saya. ditambah dengan statement yang men-skak-mat keluhan saya di atas, "kamu mau belajar gak?" tentu saja saya mau dan harus belajar.
sebenarnya saya bisa saja menolak dan mengundurkan diri, tapi itu berarti saya telah kalah sebelum berperang,,, kalah pada musuh terbesar, yaitu diri sendiri!!! apalagi ketika melihat film Megamind, ada sebuah pesan yang menyiratkan bahwa takdir itu bukanlah apa yang tercipta dan tersedia untuk kita, tapi takdir adalah pilihan kita atas apa yang diberikan pada kita,,,, wah,,, berat,,,,!!!

lalu dimulailah episode itu,,, episode berdarah-darah yang menyita waktu, pikiran, tenaga, dan juga dana dekanat tentunya,,, hehe,,, Berpartner dengan orang-orang yang luar biasa:
- Budi Sulaiman dan Frank Aligarh
- Hanifah Noviandar dan Bening Nurmaningsih
- Nur Rohma Hidayati dan Nur Hidayah
- Malinda Dwi Apriliane dan Yeti Yudiyanti
- Febri Dyah Sukmawati dan Siti Fatonah...

menamakan diri sebagai laskar SMILE (Semangat Menginspirasi Luar Biasa Ayeee!!!!), sebuah filosofi yang terpaksa disepakati mungkin, ya karena harus ada kata Ayeee segala,,, haduh... tapi gak pa pa,,,

Lanjut, masalah chemistry tentu saja tidak secara serta merta didapat, karena itu masalah proses, waktu dan pemahaman.. yang jelas doa Robithoh dengan menyebut nama mereka satu per satu dalam lantunan doa sudah terjadi,,,

ah,,, terlalu lama jika diceritakan per kata,,, maka insyaAllah akan ada kelanjutan edisinya... sepotong episode mozaik kehidupan bernama perasaan wanita,,, (ah,,, terlalu melankolis... ya memang begitulah adanya,,, melankolis sempurna yang sedang tertatih menjadi sanguinis)


Tidak ada komentar:

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...