bukan.. bukan bahasa sms mu yang kutunggu
meski kuakui aku pun menantikannya
meski kuakui sapamu lewat sms sekalipun telah menjadi energi bagiku
meski kuakui energi itu menghadirkan pada wajahku secercah tawa bahagia
bukan... bukan bahasa sms mu yang menjadikan kita dekat
namun di dunia nyata, sama sekali kita tak lekat
jika seperti itu, sms mu hanyalah pembohongan publik belaka
dan kau membangun politik pencitraan yang begitu berbeda dalam realita
sama, seperti rakyat... yang tak butuh janji-janji calon pemimpinnya
rakyat butuh bukti, yang konkrit, yang benar adanya
apalagi sekedar janji lewat sms belaka
sama, seperti sms mu... aku pun tak bisa menerka
apakah kau sedang berdusta ataukah berpura-pura ataukah jujur dalam berkata
dan kau perlakukan aku sangat berbeda
bukan merasa istimewa
tapi rasa yang mengundang kecewa
begitu indah bahasa sms mu
tapi kutakpaham bahasa lugasmu
maka face to face lebih kuhargai
sebagai keberanian sejati
sebagai ungkapan ksatria yang berbesar hati
dan sebagai ukuranku menilai
apa pun yang terbaca dalam matamu
itulah sebenarnya isi hatimu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Separuh Jalan
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
-
Administrasi Negara: Batu Loncatan Untuk Masa Depan (Sebuah Refleksi Dari, Untuk, Oleh Mahasiswa AN)Masih terbayang jelas, ketika pengumuman SNMPTN menunjukkan bahwa penulis diterima di Ilmu Administrasi Negara UNY yang merupakan salah ...
-
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar