Rabu, 23 November 2011

Atmosfer Dunia Mahasiswa Kekinian

Dunia mahasiswa saat ini berjalan sangat normal. Dengan aktivitasnya yang biasa, kuliah, kuliah dan kuliah. Lalu diselingi dengan mengerjakan tugas, berkumpul dan bercanda dengan teman-teman. Ada yang lebih canggih, melakukan penelitian, bukan hanya bermanfaat saja, tapi ternyata dengan meneliti bisa menghasilkan uang sendiri!!! atau kegiatan wirausaha, yang ternyata jika kita menyusun proposal untuk mengikuti PMW (Program Mahasiswa Wirausaha), bisa jadi program enterpreneur kita didanai dan kita bisa membuat usaha yang lebih besar lagi. Tidak ada yang salah dengan semua ini. Toh, kuliah adalah amanah dari orang tua dan kita harus mempertanggungjawabkannya. Kuliah dengan benar, itu kewajiban!!!

Hanya saja, atmosfer dunia mahasiswa saat ini terasa begitu berbeda, tidak ada gregetnya dan adhem ayem saja. Di dalam proses perkuliahan pun sama, tidak ada bentuk partisipasi atau sekedar mengkritisi ilmu yang diajarkan. Maka, apa kata dosen, kini telah menjadi doktrin pada tiap kepala mahasiswa untuk suatu saat mengulangi doktrin yang sama kepada generasi selanjutnya. Dan semua itu diakibatkan karena minimnya budaya baca, tulis, diskusi yang seharusnya menghiasi hari-hari setiap orang yang berpredikat sebagai mahasiswa. Di dalam kelas saja sudah tidak bersemangat, bagaimana kelak akan berkontribusi???

Letih mungkin para aktivis mahasiswa untuk terus memberi inspirasi, karena orang-orang yang terus dimotivasi itu, selalu ingin "disuapi" dan langsung menelan segala sesuatunya, bukan mencoba untuk "makan sendiri", "mengunyah" lantas menelannya dengan suatu pengetahuan tersendiri. Matikah budaya kritis itu saat ini???

seperti hari ini, ketika sekelompok mahasiswa yang peduli pada kebijakan kampusnya, lantas mencoba mengambil bagian dalam melakukan input kebijakan berupa "aksi", kelompok ini seperti hanya berjalan sendiri. Tidak ada supporting system dari seluruh elemen mahasiswa. Maka kelompok aksi ini lantas hanya menjadi  tontonan, guyonan, atau bahkan menjadi bahan tertawaan dan ejekan. Miris sekali. Tidak ada keperpihakan mahasiswa, sedangkan mereka ini tengah memperjuangkan aspirasi mahasiswa!

Mlempem.Seperti kerupuk yang telah lama didiamkan dan tak kunjung dimakan. Mungkin aktivis mahasiswa  saat ini telah mengalami efek rumah kaca akibat lapisan ozon yang terus membesar, menyebabkan atmosfer mahasiswa kekinian telah berubah. Atmosfer gerakan yang panas dan bersemangat, kini mulai masuk ke fase musim gugur, layaknya semangat untuk kritis dan peduli yang mulai berguguran, lalu jatuh terhempas ke dalam bumi dan tak muncul lagi.

#sebuah keprihatinan era ini

Tidak ada komentar:

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...