Bangun hai jiwa!
Tidakkah kau sadari bahwa bermimpi berarti bekerja
Mimpi akan terasa berharga
Ketika engkau benar-benar bekerja-memperjuangkannya
Bangun hai pena!
Tak akan ada artinya jika kau tidak menulis
Sesaat berhenti menjadi spasi
Hati-hati,
bisa jadi ia berubah menjadi jeda yang membuat terlena
Padahal waktu tak mau berhenti sekalipun ia dicaci
Mari mendekat
Dengan sejuta cinta, bukan benci
Sekalipun sekat keduanya tak teramat pekat
Tak mengapa hanya selarik-dua larik yang bisa kau dapat
Suatu saat
Mereka akan berkumpul membentuk aliansi hingga menjadi sebuah karya yang hebat
Jangan merasa sendiri
Kau mengejarnya bersama secangkir kopi
Insomnia yang menjadi-jadi
Serta segudang inspirasi
Bukankah kau bekerja dengan niat beribadah kepada-Nya?
Maka jika kau terjaga di tengah-tengah malam yang sunyi
Jangan lupa berbicara pada Penggenggam Semesta
lewat sujud-sujud yang dalam
meski perlahan berubah menjadi isakan-sedu sedan
Dia, Maha Mendengar segala keluhan
Lelahlah, hingga lelah seluruh jiwa dan raga
Bukankah manisnya perjuangan akan lebih terasa
ketika merasakan pahitnya proses untuk mendapatkannya?
*Allah sesuai prasangka hamba-Nya
Dia selalu ada, membersamai langkahmu
Meraih toga itu...
Senin, 18 November 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Separuh Jalan
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
-
Administrasi Negara: Batu Loncatan Untuk Masa Depan (Sebuah Refleksi Dari, Untuk, Oleh Mahasiswa AN)Masih terbayang jelas, ketika pengumuman SNMPTN menunjukkan bahwa penulis diterima di Ilmu Administrasi Negara UNY yang merupakan salah ...
-
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar