Kau mencari sela antara fajar dan senja
Di antara keduanya, kau mendapatkan jeda
Dalam jeda itu
Aku bermain dadu
Menghitung peluang
yang mungkin terjadi padaku
sambil terus mengangkat pedang
Tahukah kau, apa itu waktu?
Ia bisa jadi sangat kejam
Memotong celahmu tanpa ingin tahu apa itu alasan
Ia bisa jadi sangat lembut
Melenakanmu hingga kau tak menyadari hari
telah berkabut
Tahukah kau, apa itu jeda?
Apakah membuatmu sejenak dapat bernapas dengan lega?
Tidak.
Karena dalam jeda itu
Kau tengah bermain dadu
Bersama waktu
*dalam jeda Dhuha
mari bersujud sedalamnya
waktu tak sepenuhnya kita genggam
tapi kita takhlukkan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar