Rabu, 05 Maret 2014

Menanti

Aku menanti bahkan saat aku tahu kau tak sedang berjanji. Aku menunggu bahkan saat aku tahu kau tak sedang mengobral rindu. Ah, biarlah perasaan yang enggan kunamai ini terbina, bila kelak penantianku ini berujung senja. Atau bisa jadi, ia akan binasa seiring ujian waktu yang mendera. Jika memang bukanlah kamu pelabuhanku, aku tak akan menyesal telah menunggu. Selama itu.

Hanya saja, namamu tetap saja terucap. Dalam tiap doa senyap dan sujud yang kadang tak terlihat. Semoga, kamu adalah aliran sungai yang kelak pada lautku akan bermuara.

Tidak ada komentar:

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...