Rabu, 30 April 2014
Terimakasih Mas
Terimakasih Mas,
karena telah membuatku merasa menjadi adik.
meski aku tahu, kau tahu, kita semua sama-sama tahu bahwa antara kita sama sekali tak ada hubungan darah.
Lalu kenapa kau peduli padaku?
tak lain karena hubungan persaudaraan lain, yang disebut dengan ikatan aqidah.
" Mif, kamu itu lulusan terbaik. Sayang kalau gak lanjut. Coba kalau kamu bukan lulusan terbaik, pasti aku tak akan menasehatimu macam ini."
"Iya, Mas."
Aku terpekur diam.
Lebih dari itu kalau kau tahu Mas, sebenarnya itu semua adalah citaku. hanya saja rasanya waktu yang sepertinya belum tepat untuk itu.
Tahukah kau Mas, aku sedang menunggu.
Menunggu untuk kembali berlari. Tentunya aku akan lebih bersyukur jika ada yang ingin berlari bersamaku mengejar mimpi-mimpi.
Aku terharu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Separuh Jalan
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
-
Administrasi Negara: Batu Loncatan Untuk Masa Depan (Sebuah Refleksi Dari, Untuk, Oleh Mahasiswa AN)Masih terbayang jelas, ketika pengumuman SNMPTN menunjukkan bahwa penulis diterima di Ilmu Administrasi Negara UNY yang merupakan salah ...
-
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar