Jumat, 01 Juni 2012

Mendung di Wajah Langit

mendung menyapa langit
diam-diam, angin berhembus
mendung pun merajuk
bergelayut, bermanja-manja

rembulan separo menampakkan diri
malu-malu,
memilih sembunyi di balik kumpulan mega

dan bintang
tak berpendar layaknya biasa
ke mana kilaunya?

mendung di wajah langit
apalah sebabnya?
karena dalam sejarah
tak ada asap kecuali ada api

mendung di wajah langit,
menyingkirlah!!!
aku ingin melihat birunya di hitam malam
aku ingin melihat senyum malu rembulan bagai anak perawan
aku ingin melihat pendar sang bintang yang setia pada langit kelam

mendung di wajah langit,
menepilah!!!
atau kenapa kau tak berubah saja menjadi bulir-bulir air
gerimis bahkan hujan!!!
biar semua tahu dan paham
biar semua simpati berceceran

tapi, kutahu bukan itu inginmu
mendung di wajah langit
bolehlah engaku singgah
tapi tak boleh engkau tinggal
karena mentari esok hari harus bersinar

Tidak ada komentar:

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...