mendung menyapa langit
diam-diam, angin berhembus
mendung pun merajuk
bergelayut, bermanja-manja
rembulan separo menampakkan diri
malu-malu,
memilih sembunyi di balik kumpulan mega
dan bintang
tak berpendar layaknya biasa
ke mana kilaunya?
mendung di wajah langit
apalah sebabnya?
karena dalam sejarah
tak ada asap kecuali ada api
mendung di wajah langit,
menyingkirlah!!!
aku ingin melihat birunya di hitam malam
aku ingin melihat senyum malu rembulan bagai anak perawan
aku ingin melihat pendar sang bintang yang setia pada langit kelam
mendung di wajah langit,
menepilah!!!
atau kenapa kau tak berubah saja menjadi bulir-bulir air
gerimis bahkan hujan!!!
biar semua tahu dan paham
biar semua simpati berceceran
tapi, kutahu bukan itu inginmu
mendung di wajah langit
bolehlah engaku singgah
tapi tak boleh engkau tinggal
karena mentari esok hari harus bersinar
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Separuh Jalan
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
-
Administrasi Negara: Batu Loncatan Untuk Masa Depan (Sebuah Refleksi Dari, Untuk, Oleh Mahasiswa AN)Masih terbayang jelas, ketika pengumuman SNMPTN menunjukkan bahwa penulis diterima di Ilmu Administrasi Negara UNY yang merupakan salah ...
-
Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar