Jumat, 10 Agustus 2012

Istiqomah Melankolisnya

Kata Mas Mekel, aku hanya melankolis ketika telah mengalami sesuatu dan kemudian menuliskannya, tidak seperti dirinya yang istiqomah melankolisnya, hehehe....

prok-prok-prok.... menginspirasi mas...

bukan apa-apa, memang label melankolis itu identik dengan kesedihan dan skeptisme. Tapi bagiku lebih dari itu. melankolis itu sangat diperlukan untuk mempengaruhi mood, terutama mood menulis, sekalipun itu hanyalah menulis sbuah status facebook.

melankolis itu adalah bumbu-bumbu yang dibutuhkan oleh seorang novelis untuk mengolah cerita-ceritanya. melankolis itu adalah rambu-rambu untuk membawa pembaca dan memainkan emosinya. Melankolis itu adalah cara untuk membuat sebuah puisi yang sarat makna. melankolis itu.... (interpretasikan sendirilah,,,)

seorang sanguinis, memang selalu ceria, tapi ia tak pernah bisa menjadi sorang melankolis. begitu juga dengan tipe Pleghmatis dan Koleris, karena tiap-tiap karakter memiliki kualifikasi yang berbeda. maka, karakter-karakter itu memang harus diketahui untuk saling memahami, untuk saling melengkapi.

ya... biarlah melankolis hidup dengan kemelankolisannya..... namun, ia juga harus menjalani kehidupan dengan dewasa, bijaksana, dan ceria.

Tidak ada komentar:

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...