Minggu, 28 Juli 2013

Sebuah Ingatan Tentang Laskar Sembilan

Laskar 9...

Hmmm... entah siapa penggagasnya, bagaimana menjadi pelopornya serta seperti apa sejarah berdirinya, yang kutahu pertama kali aku diundang ke dalam forum itu adalah di mana ketika kami suatu senja bercengkrama bersama di Masjid Kampus UGM pada pertengahan tahun 2012. Tulisan ini adalah tanda cinta kepada sahabat dan saudara seperjuangan yang tergabung di Laskar Sembilan. Mungkin ingatan ini terbatas, meski terkadang aku sangat yakin bahwa aku memiliki ingatan yang fotografis. Semoga tidak terlewat kawan... :D


dimulai dari sahabat dan saudaraku yang akhwat...:

1. Pipin, si lembut hati
pertama kali bertemu dengannya adalah di sebuah tempat bernama Wisma Kadisoka, sebuah tempat yang ternyata tahun-tahun berikutnya menjadi tempat yang sangat dekat dengan aktivitasku selama di kampus ini. Waktu itu Pipin mengenakan jilbab warna abu-abu kembang-kembang (dan sekarang jilbab itu dipake oleh adiknya, dan aku pun berjumpa dengan adiknya pertama kali juga mengenakan jilbab itu, saudara!!!) Pipin ini sosok akhwat luar biasa yang lembut hati, sabar, dan jarang bahkan hampir tidak pernah berkata "tidak" kepada saudaranya. Pintar memasak segala jenis masakan, mulai dari kue sampai masakan-masakan yang menurutku "njlimet" baik bumbu maupun proses memasaknya. Keren lah... sepertinya sudah sangat siap menjadi seorang ibu, karena di manapun dia juga selalu berperan sebagai ibu.

2. Ipeh, eh Hanifah, si sepatu bulu reog #ups,,,
Ipeh ini sahabat karibku yang sudah dua periode menjadi rekan di sie acara OSPEK FISE. Kelihatannya memang galak, tapi sebenarnya dia ini baik hati lho... awalnya sangat "gentleman"   dan macho, dengan sandal gunung dan tas ranselnya yang tidak pernah ketinggalan, tapi akhir-akhir ini kulihat banyak perubahan padanya. Dia jadi feminim sekali saudara,,, alhamdulillah, bahkan sekarang punya hijab style yang baru. Sebenarnya sama dengan Pipin (karena memang soulmate-nya), pertama kali bertemu di wisma Kadisoka, dan ketika forum dia pernah bertanya pada pembicara tentang "Kenapa akhwat harus punya jam malam sedangkan yang ikhwan tidak???" #bahkan waktu itu aku gak mudeng apa itu jam malam. hehe... :D
oh iya, tentang sepatu bulu reog. sebenarnya bulu reog ini gara-gara "bercandaan" seorang teman setiap kali bertemu dengannya yang memang berasal dari Ponorogo dan identik dengan Reog Ponorogo-nya, sampai suatu saat aku ketularan gatel nyebut sepatu barunya yang terbuat dari bulu-bulu sebagai "Sepatu Bulu Reog". Sebuah filosofi yang tidak disepakati. Tapi, memang begitulah aku, hehe,,, :D

3. Nisa, si Miss Rempong
Pertama ketemu di OSPEK, ternyata satu jurusan. waktu itu masih lugu abis, pake kaca mata pula. Sekarang???? rempong gilaaa... :D Kukasih tahu rahasia perusahaan orang yang satu ini. Di DM Pocong waktu kami jadi panitia, dia menjadi seorang sie konsumsi yang sangat kreatif, ketika tidak ada alat untuk mengaduk teh yang ada di jumbo, maka dia pakai sesuatu yang tersedia di dapur saat itu. tak ada rotan, akar pun jadi, tak ada pengaduk, sothil pun jadi...
terus teh nya jadi rasa apa saudara-saudara????
Miss rempong ini turut andil besar dalam merempongkan diriku, jadi kalau ada yang melihat sesuatu yang rempong pada seorang Miff Chan, maka itu adalah ajaran si Miss Rempong. ;)

4. Olpy, si pembalap.
ketemu pertama di IEC dalam suatu forum. Waktu itu dia kelihatan horor bin judes. Setelah lama kenal..... ya emang gitu. Lebih horor pas naik motor sama si Olpy,,,, hmmmm,,,, senam jantung tingkat dewa. terobos apa aja.... astaghfirullah.... Tapi dia itu tipe orang yang totalitas tanpa batas. tidak peduli tubuh cungkringnya itu lagi sakit, belum makan, atau belum tidur, selagi masih ada kerjaan ya dia kerjain sampai dia bener-bener ambruk.... habis ambruk kalau masih belum kelar lagi, mungkin sampe ngesot-ngesot.... salut dah...

5. Chika, bakul pulsa yang perfectionis
mungkin karena bergolongan darah A, jadi melakukan segala sesuatu dengan detail dan rapi. Dia ini rajin belajar dan semangat menuntut ilmu. buktinya, setiap ada kajian, pasti namanya nangkring paling atas di buku hadir. Paling disiplin kalau syuro, hampir tidak pernah datang terlambat. jos gandos lah... jadi malu, sangat berkebalikan dengan diriku,,, hahaha,,, :D yang jelas dia itu tempat kembali bagi semua orang yang pingin ngutang pulsa. sip, jos.

6. Bening, KAMMI sejati.
sejak mengenalnya pertama kali, di ini emang udah sangat KAMMI. sampai hari ini pun sangat KAMMI. Golongan darah A juga, katanya kalau memotong sesuatu, misal motong buah gitu, pasti ukurannya mendekati sama. Tipe perfeksionis juga, tapi terkadang membingungkan. Ben kun... :D


hoho,,, bersambung deh, semoga lain kesempatan masih bisa menuliskan nama-nama lain hingga mendekati lengkap.

Kenapa Miff? capek???
iya nih,,, mau istirahat dulu sambil kembali syuro.
*Belum jadi anggota dewan aja, jam terbang rapatnya sudah setinggi ini, gimana kalau jadi Dewan?
#tapi aku nggak mau og jadi anggota dewan, jadi istrinya anggota dewan, nah itu mungkin... hahaha.... :D

Tidak ada komentar:

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...