Adalah mata. Organ penting untuk mengolah setiap informasi visual yang bisa kita tangkap dengan nyata. Mata dikendalikan oleh otak, organ lain yang menjadi sentral kehidupan setiap makhluk yang bernyawa, dan pada manusia memiliki fungsi unik yang tak didapati pada makhluk hidup yang lain. Berpikir dan merasa. Berpikir tentang kenangan yang pernah ditangkap oleh mata dan disimpan oleh otak dengan berbagai warna rasa. Mungkin bisa berupa laci-laci berupa dokumen berdebu, yang ketika kita mencoba untuk membukanya kembali, harus kita bersihkan dengan lap atau tissue.
Bagaimanapun, kenangan dapat berupa banyak hal. Hal pahit yang tak ingin diungkit atau sesuatu yang indah dan selalu ingin dipandang tanpa rasa gundah. Kebanyakan dari kita, ketika berbicara tentang kenangan adalah hal-hal yang menyenangkan. Fenomena-fenomena romantis, yang sebenarnya biasa saja, tapi karena cara pandang kita yang tak biasa dalam memaknainya, bisa menjadi hal yang manis. Biasanya tentang cinta, senja, rinai gerimis, lazuardi dan muaranya adalah rindu.
Bagian terdalam dari sebuah kenangan, bisa jadi adalah sebuah persahabatan dan persaudaraan. Menjadi "ranting" bagi sebuah pohon organisasi yang di dalamnya juga terdapat mutiara. Analogi yang menurutku sulit untuk dicapai. Tapi apa boleh buat, kita tetap menyukainya. Atau saat-saat seseorang merasa menjadi seorang Bunda bagi anak-anak dewasa yang tak pernah dilahirkannya, dan ia menikmati panggilan itu. Filosofi yang bahkan tak disepakati, yang akhirnya membawa banyak tingkah, tawa, gelisah dan juga air mata.
Adalah doa. Yang merangkum tiap kenangan yang mungkin tak terkatakan. Dokumen yang masih rapi tersimpan di dasar hati dan dinikmati sendiri. Doa adalah tempat kita semua berjumpa meski tak berpijak pada ruang dan tanah yang sama. Doa adalah hal yang menghubungkan kita tanpa bertatap muka, semoga kalian baik-baik di sana. Meski dimensi kita tak lagi sama. Dan kini kita tetap bisa saling menyapa, mesti terkadang tak saling memahami.
"Kita sedang bersama, meski di jalur yang berbeda."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar