Selasa, 11 Desember 2012

Pelangi

Terimakasih sudah menjadi pelangi yang mampir di beranda hatiku.

#eaa... :D
ada pelangi setelah hujan, meski malam ini tak nampak

Tanah Surga… Katanya…  #1


Indonesia kita adalah tanah surga. Tanah yang menyimpan begitu banyak potensi di dalamnya. Mulai dari minyak bumi dan gas, hasil bumi yang melimpah ruah, serta sumber daya manusia yang banyak tersedia. Indonesia kita adalah tanah yang menyimpan banyak cerita. Tanah yang  mencapai kemerdekaan dengan harga sangat mahal, pun untuk mencapai kedaulatan, harus melalui jalan yang begitu panjang. 
Begitulah, tanah surga yang memiliki banyak cerita, tentu saja diincar oleh bermacam-macam mata. Asing mulai merambah tanah Indonesia, dengan dalih menanamkan investasi demi pertumbuhan ekonomi.  Bukan Cuma Negara-negara yang jauh, tapi Negara-negara dekat pun turut serta, dan hal tersebut yang sering menimbulkan sengketa.
Sudah bukan rahasia lagi, bahwa pembangunan di Indonesia masih terpusat, seperti yang dulu dicanangkan oleh Presiden kedua Indonesia. Bahwa dengan pembangunan yang terpusat di Jawa akan memberikan trickle down effect bagi daerah-daerah di sekitarnya, termasuk pulau-pulau selain Jawa. Namun nyatanya, teori dari Adam Smith tersebut menemui jalan buntu, karena bukannya memberi efek positif bagi pembangunan di daerah lain, namun justru mengakibatkan arus urbanisasi yang begitu tinggi.  Orang-orang pinggiran terpukau dengan gemerlap kemewahan yang ditawarkan oleh Jawa, dan berusaha mengadu nasib ke sana. Lantas apa yang terjadi? Urbanisasi menjadi masalah baru bagi daerah metropolitan. Kemiskinan, pemukiman kumuh, pengangguran, gelandangan, dan sebagainya. Sementara daerah-daerah pinggiran yang mereka tinggalkan, tetap tidak tergarap dan tersentuh oleh pembangunan.
Daerah perbatasan, yang menjadi daerah terluar dari Indonesia adalah daerah yang sering dilupakan. Bahwa di dalamnya ada rakyat Indonesia yang alat tukarnya adalah mata uang asing. Rakyat Indonesia yang lebih suka berbelanja di pasar Malaysia atau Singapura daripada di Indonesia karena jaraknya yang lebih dekat ke luar negeri daripada ke Negara sendiri. Rakyat Indonesia yang akses untuk mendapatkan fasilitas umumnya seperti sekolah dan rumah sakit harus ditempuh dengan  menyeberang bantaran  sungai dan rawa. Rakyat Indonesia yang tak pernah melihat wajah presidennya, sekalipun lewat televisi. Rakyat Indonesia yang tak hafal Indonesia Raya dan tak tahu wujud Sang Saka Merah Putih. Ironis.
Daerah perbatasan yang sering menjadi sengketa dengan Negara tetangga. Satu Negara dengan Negara lain saling mengklaim. Hingga sebuah rasa kehilangan kepada Sipadan-Ligitan telah menimbukan lubang luka yang dalam, dan hampir terulang pada Ambalat yang ternyata mengandung 764 juta barel minyak bumi dan 1,4 triliyun kaki kubik gas. Bukan hanya itu, pelanggaran batas laut Indonesia oleh luar negeri. Tercatat pada tahun 2007, Tentara Laut Diraja Malaysia melakukan pelanggaran batas sebanyak 84 kali, dan pada tahun 2008  sebanyak 38 kali.  Sebenarnya Indonesia telah menempatkan banyak personilnya untuk menjaga lautan Indonesia, namun  jumlah personil angkatan laut tetaplah tidak sebanding dengan luasnya lautan Indonesia. Nasib yang sama terjadi pada pulau Nipah di Riau yang hampir tenggelam karena adanya reklamasi di Singapura, pun pulau Miangas di utara Sulawesi yang banyak dihuni oleh warga Filiphina.
Begitulah, cerita dari tanah surga yang menyimpan banyak cerita. Cerita dari daerah perbatasan, yang selain membutuhkan pendekatan kesejahteraan, yang harus dimulai dari Sumber Daya Manusianya  juga membutuhkan pendekatan keamanan dari segi penjagaan. Sejengkal tanah maupun setitis ait di lautan Indonesia adalah sebuah kedaulatan yang harus dipertahankan. NKRI harga mati!!!

*Inspired by sebuah film “Tanah Surga Katanya” dan sebuah buku “Heboh Ambalat”

Rabu, 31 Oktober 2012

jika aku on time

"Antum di mana e?
telat terus...
tahu gak, keterlambatan antum itu mendzalimi banyak orang"

teguran pertama. mak jleb-jleb...

selanjutnya...

"antum ini qiyadah bukan?
ada banyak yang merelakan banyak hal buat datang on time."

this is my fault.
apa orang lain memiliki rasa bersalah seperti rasa bersalah yang kumiliki?

Selasa, 09 Oktober 2012

learning by doing


belajar dari kehidupan

bukan sekedar teori karena kita beraksi
darisana kita bisa melihat, mendengar, memahami, merasakan

ternyata ada orang yang lebih lelah raganya, jiwanya, pikirnya.
ternyata masih banyak orang yang yang harus berseteru dengan kehidupan, pun di satu sisi banyak yang masih sembunyi atau bahkan malu-malu dari kehidupan.

belajar dari kehidupan, kita menemui kawan yang dengan sinarnya membuat kita hangat dan terus bersemangat
dan bahkan lawan, yang secara sembunyi atau terang-terangan ingin menjatuhkan

belajar dari kehidupan kita menemui pemimpin sejati
yang tidak pernah lari walau badai kehidupan menghampiri
karena ia menyelaraskan rasio dengan nurani
tetap tenang walau banyak tekanan
matanya teduh walau hatinya bergemuruh
ucapnya menentramkan jiwa semua hamba
tegas tanpa amarah
jelas kemana melangkah

dan bahkan kita menjadi pemimpin
bukan karena terpaksa tetapi kesadaran
karena jika hanya diam, tak akan ada perubahan

karena hakikatnya manusia adalah pemimpin di dunia
pemimpin bagi dirinya sendiri dan juga hatinya

belajar dari kehidupan kita akan menemui masalah-masalah
membuat kita berkata, "Aku bosan, aku lelah"
namun ketika dihadapkan dengan solusi, hati kita bahkan lebih cerah

belajar dari kehidupan membuat kita dewasa
karena kita paham dan kita telah melakukannya

belajar dari kehidupan menumbuhkan motivasi
karena dari siapa pun dari manapun kita terinspirasi
dan mulai sekarang giliran kita berkontribusi

SUDAH SIAPKAH MENGINSPIRASI DUNIA INI????

(teruntuk sahabat-sahabatku yang dengan tulusnya memperjuangkan kehidupan meski banyak orang meremehkan
sahabat-sahabatku yang lelah raganya, jiwanya, pikirnya... percayalah semua usahamu tidak sia-sia
sahabat-sahabatku yang tak pernah henti belajar memahami bahwa di balik masalah tercermin suatu hikmah,
dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan----> inna ma'al usri yusron
maka, tetaplah berdiri dan terus berlari mencapai mimpi-mimpi)

learning by doing


belajar dari kehidupan

bukan sekedar teori karena kita beraksi
darisana kita bisa melihat, mendengar, memahami, merasakan

ternyata ada orang yang lebih lelah raganya, jiwanya, pikirnya.
ternyata masih banyak orang yang yang harus berseteru dengan kehidupan, pun di satu sisi banyak yang masih sembunyi atau bahkan malu-malu dari kehidupan.

belajar dari kehidupan, kita menemui kawan yang dengan sinarnya membuat kita hangat dan terus bersemangat
dan bahkan lawan, yang secara sembunyi atau terang-terangan ingin menjatuhkan

belajar dari kehidupan kita menemui pemimpin sejati
yang tidak pernah lari walau badai kehidupan menghampiri
karena ia menyelaraskan rasio dengan nurani
tetap tenang walau banyak tekanan
matanya teduh walau hatinya bergemuruh
ucapnya menentramkan jiwa semua hamba
tegas tanpa amarah
jelas kemana melangkah

dan bahkan kita menjadi pemimpin
bukan karena terpaksa tetapi kesadaran
karena jika hanya diam, tak akan ada perubahan

karena hakikatnya manusia adalah pemimpin di dunia
pemimpin bagi dirinya sendiri dan juga hatinya

belajar dari kehidupan kita akan menemui masalah-masalah
membuat kita berkata, "Aku bosan, aku lelah"
namun ketika dihadapkan dengan solusi, hati kita bahkan lebih cerah

belajar dari kehidupan membuat kita dewasa
karena kita paham dan kita telah melakukannya

belajar dari kehidupan menumbuhkan motivasi
karena dari siapa pun dari manapun kita terinspirasi
dan mulai sekarang giliran kita berkontribusi

SUDAH SIAPKAH MENGINSPIRASI DUNIA INI????

(teruntuk sahabat-sahabatku yang dengan tulusnya memperjuangkan kehidupan meski banyak orang meremehkan
sahabat-sahabatku yang lelah raganya, jiwanya, pikirnya... percayalah semua usahamu tidak sia-sia
sahabat-sahabatku yang tak pernah henti belajar memahami bahwa di balik masalah tercermin suatu hikmah,
dan setelah kesulitan pasti ada kemudahan----> inna ma'al usri yusron
maka, tetaplah berdiri dan terus berlari mencapai mimpi-mimpi)

revisi-untitle


teringat kata hati untuk tidak menigbarkan bendera putih. terlebih setelah berdiskusi dengan salah satu mahasiswa UGM. 
"Diadvokasi saja, kan jadi timbul pertanyaan, ke mana larinya uang hak mahasiswa itu kalau tidak tersalurkan?" katanya yang memang aktivis mahasiswa.

lalu aku minta pertimbangan advokasi BEM... "Berdayakan dulu advokasi hima, kalau tidak tembus, baru advokasi BEM.." sistem yang tidak to the point menurutku.

tapi kemudian aku teringat,,, ketika pernah mengikuti kajian ada perkataan yang selalu terngiang, "Kalau ada masalah, jangan protes kepada manusia, tapi proteslah kepada penguasa manusia"
dan memang kulakukan, karena itu adalah salah satu bentuk ikhtiar. waktu yang mustajab untuk berdoa, antara adzan dan iqomat subuh hari ini.. tentu saja merajuk pada Tuhan dan bukan berteriak-teriak laksana demo. takut...

dan apa yang terjadi saudara-saudara?

ketika aku ke kampus pagi harinya, mataku tertuju pada pengumuman urgent di papan pengumuman kemahasiswaan FISE yang intinya, perpanjangan pengambilan beasiswa diperpanjang sampai tanggal 30, dan pengumuman itu menyertakan namaku. MIFTA DAMAI R.

SUBHANALLAH... respon Allah memang sangat cepat... dan Dia memang sedang menguji prasangkaku pada-NYA. segera aku mencari tempat strategis untuk sujud syukur...

segala puji bagi ALLAH, Tuhan Semesta Alam...
dan seluruh elemen tubuhku bertahmid dan bertasbih memuji kuasa-NYA....

untitle


rasanya... bagai berjalan di bidang miring.
di satu sisi kau merasakan bahwa sebagian tubuhmu berada di tempat yang tinggi. di sisi lain kau merasa sebagian tubuhmu berada di tempat yang rendah. dan tak lama... kau akan tergelincir ke bawah.
time to take schoolarship was out... hanya terpaut satu hari...
yah,,, bagaimana pun, peraturan tetaplah peraturan, dan tidak bisa sembarangan memberikan kesempatan pada seorang mahasiswa yang belum bisa mengambil "hak" nya karena sakit.
" yah,,, berdoa saja, semoga ada perpanjangan waktu untuk mengambil beasiswa. ini lagi direkap. tapi kata PR III kemarin tak ada perpanjangan lagi," kata petugas di bagian kesejahteraan mahasiswa sambil tersenyum khas birokrat.
dan aku pun tersenyum... kecut...
"baiklah Pak, terima kasih, permisi..." kataku sambil berlalu, tapi naluriku berkata bahwa belum saatnya mengibarkan bendera putih.
"njenengan jurusan apa e mbak?" tanya seorang ibu petugas, mungkin timbul sedikit empati.
"administrasi negara, FISE, bu... mari..." dan aku benar-benar berlalu.
di satu waktu mereka memberi harapan yang indah dan membiarkan anganku melayang sampai ke langit, namun tak terpaut waktu, seketika mereka menghempaskannya ke bawah dan jatuh ke tanah...
bukan sedih... hanya sangat sedih...
bukan kecewa... tapi sangat kecewa...
mengingat perjuangan untuk mendapatkannya pun tak semudah membalikkan telapak tangan

dan langsung aku teringat pada lagunya Bondan feat Fade2 black:
"ketika mimpimu yang begitu indah tak pernah terwujud
ya sudahlah...
saat kau berlari mengejar anganmu dan tak pernah sampai
ya sudahlah...
apa pun yang terjadi... dan sayangnya tak ada seorang pun di sini..."
ironis....

satu pelajaran bagi penerima beasiswa, jangan tunggu waktu untuk mengambil beasiswa mu... atau kau akan melihat bagianmu itu hangus terbakar waktu.

satu pelajaran lagi adalah Allah sedang menguji kepekaan, mungkin ini satu bentuk teguran karena kau lalai atau mungkin Dia menguji prasangkamu pada-Nya. karena Allah sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

dan prasangka ku,,, kalau memang rejeki,,, gak bakal ke mana...

masih adakah benang merahnya?


masa,,, sepertinya boleh berganti
karena bagaimanapun kita diam, waktu tidak akan pernah berhenti
masalahnya,,, kalian pun terus berlari
hingga aku tak bisa menyentuh berapa masa yang telah terlewati?

rasanya memang baru kemarin
kita melalui ujian nasional, salah satu ujian kehidupan
tapi setelah kini kita lulus dari ujian kehidupan,
aku bingung kemana harus mencari kalian?

hmm... terlalu munafik jika tak mau mengakui
seperti aku, kalian mungkin telah jauh berubah
masa-masa SMA mungkin mengajarkan bagaimana kita harus berteori
tapi tampaknya kalian kini mulai beraksi dalam taraf aplikasi

masih terajut dalam hatiku
tiap potong senyum dan tawa kalian
sekalipun dimensi jarak dan waktu telah membentengi ruang kita saat ini
kuharap dimensi doa tetap tak terbatas
karena persahabatan bagiku bukanlah seberapa kita ingat pada kali pertama kita berjumpa
namun seberapa ingat nama-nama sahabat kita kala kita berdoa

aku pun cukup bahagia melihat kalian tumbuh
ya,,, dari sini
sekalipun jarang atau mungkin tak pernah meninjau lewat "say hello" dalam sms
tapi cukup melihat senyum kalian di facebook... kurasa,,,

pertanyaan besarnya,,, masih adakah benang merahnya?
masihkah kalian mengenangku sebagai seorang yang pernah tercatat dalam daftar orang yang kalian kenal dalam benakmu?
masihkah kalian mengingatku sebagai seorang Mifta yang dulu sekalipun kalian temui kini aku adalah orang yang begitu berbeda?

Saling melengkapi, ketika kau saling memahami :D


inspirasi ini muncul dari obrolan dengan seorang sahabat yang mengejutkan. Ya, seorang kejutan yang dikirim Allah agar langkah kaki tidak terombang-ambing dalam kesendirian. lalu, sejenak kami bercerita tentang organisasi masing-masing, tentang manajerialnya, tentang kepemimpinannya, hingga tentang cerita-cerita sepele yang lucu, tapi juga mengandungmakna.

1 hal yang membuatku begitu terpana, akan sebuah pernyataannya. 

"Di organisasiku itu ada struktur patner berpasangan. sebenarnya, itu tidak bagus karena akan ada salah satu yang mendominasi dan itu terbukti. tapi, ada pula sisi baiknya.  antara kami tak ada pembagian ranah kerja, kami hanya perlu fokus pada suatu kegiatan misalnya. ketika aku fokus di bagian ini, maka ia fokus di bagian yang lain, dan hal itu tak bisa dijelaskan."

aku menyela, "lalu bagaimana kau tahu jika ia sedang fokus dengan hal itu?"

"ya, aku melihatnya dari tindakannya. aku melihat dari pembicaraannya."

"membaca bahasa gerakan ya? atau bahasa hati?" tanyaku.

lalu ia melanjutkan.

"ya entahlah, memang seperti itu. tapi, bukan lantas karena fokus pada bagian masing-masing, kami jadi melupakan bagian yang dikerjakan patner kami. contohnya, ketika aku lupa mengerjakan sesuatu, ternyata sesuatu itu sudah dikerjakan dia. jadi tidak perlu menunggu-nunggu, dan tidak perlu saling menyalahkan --ini bagianku dan ini bagianmu yang harus dikerjakan--

kamu juga, Mift, harusnya seperti itu, budayakan kultur untuk saling melengkapi. jangan menunggu-nunggu mengerjakan. kalau bagian itu bisa kamu kerjakan, ya kerjakanlah."

hmmm... ini yang menjadi pikiranku saat ini. saat mindset kita terbatas oleh kotak-kotak bernama departemen, harapanku ini menjadi suatu pembelajaran, bahwa kita berada dalam organisasi yang sama dan bekerja bersama-sama, maka mari saling memahami, lalu saling melengkapi. :D

REVIEW DIALOG KEUMATAN LINTAS GERAKAN TEMA: WAJAH PERADABAN ISLAM 2012


  1. MMI
-   Komunis dibiarkan merehabilitasi dirinya, tersirat dalam:
 Pernyataan Mahfud MD,”Komunis boleh hidup di Indonesia, asalkan tidak dalam bentuk komunitas atau partai.”
 Wacana bahwa SBY akan melakukan penyelidikan tentang kemungkinan pelanggaran HAM terhadap kaum komunis di Indonesia.
-  Islam dianggap sebagai teroris
  Justru orang-orang yang cinta kepada Islam dituduh sebagai teroris, dan yang terbaru rohis juga dituduh sebagai teroris
 Fitnah terhadap gerakan-gerakan Islam
  Umat Islam dibuat benci terhadap sesama Islam atas nama terorisme
  Orang yang dibuat marah lalu tidak marah adalah keledai. (Imam Syafii). Konteks ini merupakan cerminan dari umat Islam yang dibuat marah oleh non Islam yang selalu mencari-cari celah untuk menodai Islam atas nama kebebasan berekspresi.
(Lalu tergantung bagaimana kemarahan itu diungkapkan dan dimanajemen)
-  Q.S. Al Ankabut: 12
Orang kafir berkata kepada orang mukmin, “Ikuti jalan kami”.
 Orang kafir menanamkan ideology baru untuk kalangan mukminin melalui cara berpakaian, muamalah, gaya hidup, dan sebagainya. Ideology baru yang dimaksud juga berupa liberalism, lesbianism, demokrasi dengan tujuan agar orang Islam berkompromi (bersikap lunak terhadap masalah aqidah, akhlak, muamalah, dan sebagainya) atau bersikap toleran terhadap orang kafir, jika tidak toleran dianggap sebagai Islam fundamfentalis, garis keras, dan radikal.
-  Q.S. Al Ankabut: 10
Fitnah orang kafir dianggap sebagai adzab dari Allah, ketika tekanan datang mereka tidak memiliki ketetapan hati untuk menjalankan agama Allah.
-  Setiap MUSLIM itu BERSAUDARA, meski berbeda GERAKAN dan JAMAAHNYA. Karena urusannya bukan menyangkut tentang aqidah, tetapi tentang afiliasi. Apa pun gerakannya, tugas Muslimin adalah meninggikan kalimat Allah.

2. Indonesia Tanpa JIL
“Penghinaan Agama”
Kasus Penghinaan Agama:
-          Tahun 1989 oleh Salman Rushdie dengan novel Ayat-Ayat Setan
-          Poster-poster tentang Islam dan karikatur Nabi Muhammad SAW
-          Film Innocence of Moslem tahun 2012
-          Nasr Hamid Abu Zayd (tokoh liberal Mesir) yang memperkenalkan tafsir hermeneutika terhadap Al-Qur’an
-          Sumanto Al Quththubi penulis buku Lubang Hitam Agama

Apa yang dapat kit abaca?
Terdapat upaya yang sistematis untuk menodai agama Islam

Solusinya?
Kembali berjamaah, bukan menonjolkan masing-masing gerakan.

3. IMM
-          Jangan sampai otak kita tercuci dengan adanya media
-          Film The Innocence of Moslem merupakan film kontradiktif yang menyiratkan kebingaungan.
-          Dalam menyikapinya, dianalogikan dengan kisah Yahudi buta yang selalu memaki Rasulullah padahal orang yang setiap hari datang dan menyuapinya adalah Rasulullah sendiri. Maknanya, cacian dan makian terhadap orang Muslim tidak boleh dibalas dengan hujatan, melainkan dengan kelembutan dan kasih sayang, karena Islam adalah agama rahmatan lil alamin.

4. HMI
-          Mari saling menghargai.
-          deIslamisasi tidak biasa kita hadapi, tapi pada zaman Rasulullah hal tersebut adalah hal biasa.
-          Peran HMI adalah saat ini adalah mengkritisi UU terorime yang dianggap menciderai Hak Azasi Manusia itu sendiri, salah satunya adalah Pasal 28 yang menyatakan bahwa seseorang dapat diduga sebagai teroris berdasarkan informasi dari intelijen. Faktanya, beredasarkan UU ini terjadi  banyak kasus salah tangkap.

5. KAMMI

-          Harusnya kita banyak-banyak berdoa bukan banyak-banyak emosi, meski dalam beberapa hal mengharuskan kita untuk emosi terhadap penistaan agama yang dilakukan oleh orang-orang kafir melalui perang pemikiran. Perang pemikiran lebih kompleks daripada perang senjata.
-          Apa sikap yang diambil KAMMI?
Salah satunya adalah mengadakan dialog keumatan ini. :-p

6. PMII
Sekali lagi diserukan bahwa umat Islam harus bersatu meninggikan kalimat Allah. PMII mengambil sikap tegas terhadap penistaan agama dan menyerukan agar sabar terhadap penghinaan tersebut.

7. Takmir Mujahidin

-          Melihat realita penghinaan terhadap agama ini ada 2 point yang dapat kita baca, yaitu kita tengah dilanda ujian kesabaran dan ujian kecerdasan.
-          Saat ini, umat Islam terjebak pada narsisme golongan, sehingga rapuh dan tidak kokoh.
-          Upaya pencerdasan umat harus kembali digelorakan, yaitu back to masjid! Karena masjid bukanlah hanya sarana ubudiyah saja, tetapi masjid adalah miniature peradaban yang menjadi pusat forum keilmuan.
-          Kesabaran harus diimbangi dengan kecerdasan untuk mengatasi terjadinya Islamophobia di kalangan masyarakat akibat klaim teroris yang dilakukan oleh orang Islam.


Catatan:
-          Perwakilan Dari KMNU berhalangan hadir dalam acara tersebut.
-          Ada satu gerakan yang tidak bisa pe-review identifikasi karena tidak memperkenalkan diri, perwakilannya berbicara tentang media massa yang ikut memojokkan Islam.
-          Perwakilan dari SKI-UKKI tidak tersimak karena Jam Malam Kos pe-review sudah menggelisahkan. :-p

REVIEW STRATEGI PERENCANAAN PEMBANGUNAN REGIONAL DALAM KAJIAN VARIASI KERUANGAN Oleh: Nurhadi


Pada awalnya, secara garis besar penulis mengemukakan kritiknya pada Teori Modernisasi khususnya Teori Keuntungan Komparativ yang dikemukakan oleh David Ricardo yang menyatakan bahwa setiap Negara harus melakukan spesialisasi produksi sesuai dengan keuntungan komparativ yang dimilikinya. Penulis cenderung menganalisis situasi dengan menggunakan Teori Ketergantungan sebagai kontradiksi dari Teori Modernisasi. Teori Modernisasi Keuntungan Komparativ memiliki konsep di mana Negara-negara harus melakukan spesialisasi hasil produksi sesuai dengan potensi yang dimiliki, di mana Negara dengan potensi pertanian yang tinggi harus focus kepada produksi pertanian, sedangkan Negara yang memiliki potensi industry yang tinggi juga harus focus kepada produksi industry. Menurut David Ricardo, Negara dengan spesialisasi pertanian maupun Negara dengan spesialisasi industry akan saling memberikan keuntungan, karena saling membutuhkan maka akan terjadi arus pertukaran di antara kedua jenis Negara. Namun, para pemikir dengan paradigma Teori Ketergantungan memberikan kritik kepada teori keuntungan komparativ bahwa spesialisasi tidak akan saling menguntungkan, namun merugikan Negara pinggiran.
Meminjam istilah Raul Prebisch, daerah dengan spesialisasi produksi industry disebut sebagai daerah pusat dan daerah dengan spesialisasi produksi pertanian disebut sebagai daerah pinggiran. Dalam konteks keruangan pembangunan regional dalam suatu Negara, selanjutnya daerah dalam konteks ini adalah kota dan daerah pinggiran adalah desa. Prebisch menyebutkan bahwa teori keuntungan komparativ sangat merugikan Negara pinggiran, seperti yang disebutkan penulis bahwa  industry yang tumbuh di kota, juga akan menyisihkan daerah pinggiran atau desa. Pernyataan Prebisch yang menyatakan bahwa Negara dengan spesialisasi komoditi industry sangat merugikan Negara dengan spesialisasi hasil pertanian didasarkan pada faktor- faktor di bawah ini:
Pertama, nilai tukar produk-produk pertanian berbeda dengan produk-produk industry. Produk-produk pertanian relative lebih murah daripada produk-produk industry, sehingga untuk mendapatkan sebuah produk industry harus ditukar dengan komoditi pertanian dengan jumlah yang sangat banyak.
Kedua, kemakmuran semakin meningkat di daerah industry dan kekuatan politik kaum buruh semakin besar, sehingga tingkat upah buruh meningkat. Hal tersebut akan menaikkan harga jual komoditi industry.
Faktor kedua tersebut sekaligus menginisiasi adanya urbanisasi dari daerah pinggiran ke pusat, pembangunan pun menjadi terpusat karena daerah pinggiran tidak tergarap. Dengan adanya pembangunan terpusat di kota, maka akan mengundang investasi dari pihak liberal yang lantas menerapkan Trickle Down Effect dan mengejar pertumbuhan ekonomi di kota. Saat itu memang terjadi pertumbuhan ekonomi, tapi belum bisa menunujukkan indicator keberhasilan pembangunan karena tidak ada ukuran pemerataan di dalamnya (kesenjangan tingkat ekonomi yang berakibat pada timbulnya kesenjangan sosial).
Namun, pada akhirnya  penulis mendukung teori Modernisasi, karena teori tersebut yang sering dan sedang dipraktikkan di Negara dunia ketiga yang sedang berkembang, termasuk Indonesia. Teori modernisasi yang diangkat penulis menggunakan konsep difusionis atau penyebaran, di mana dengan Trickle Down Effect yang dipelopori oleh daerah kota dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi di daerah pinggiran.
Perlu kita cermati kembali, bahwa pembangunan pada era Orde Baru juga sering mengagungkan konsep Trickle Down Effect yang dianggap akan memacu pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah pinggiran, namun justru yang terjadi adalah kesenjangan yang sangat besar pada pembangunan dan kemajuan yang dicapai oleh Pulau Jawa sebagai pusat pertumbuhan indutri yang dianggap akan memberikan efek mentes ke bawah kepada pulau-pulau lain. Akan tetapi pada kenyataannya konsep itu tidak pernah terjadi, yang terjadi adalah kesenjangan yang besar antara Jawa, terutama kota-kota besar dengan daerah-daerah pinggiran, serta daerah-daerah di pulau lain yang belum tersentuh pembangunan secara keseluruhan.

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...