Minggu, 27 Oktober 2013

Menjelang Keberangkatannya #1

Menghitung mundur hari. Itulah hal yang beberapa hari ini membuatku depresi. Detik-detik keberangkatannya meninggalkan Indonesia membuatku cemas. Aku heran, karena bukan hanya sekali ini beliau pergi ke luar negeri, beliau pernah berangkat ke luar negeri dan aku tidak serisau ini. Rasa cemasku sebenarnya bercampur dengan bangga yang berbunga. Bagaimana tidak, sebagai salah satu anaknya aku turut bahagia akan prestasi-prestasinya.

Pernah suatu masa ketika beliau berada di luar negeri, aku bercakap dengannya di media sosial.

"Hello Sir, I hope u'll be my lecture in my last task."
"I don't know Mif, it depend on our Head of Department."

Itu ketika aku belum terlalu gila dengan satu kata itu. Setengah tahun kemudian, ia kembali ke Indonesia, berkata, "I was a little  disapointed with your senior's last task, I hope I'll be here can make an enlightment to you all." Kata-kata itu ditujukan kepada seluruh kelas, tapi entah mengapa aku merasa senang. Ketika pembagian pembimbing, ternyata benar beliau menjadi pembimbingku. beberapa teman berkata, "Beruntungnya kamu Mif..." atau "Kamu kan memang anak emas Mif, jadi gak heran..."
Aku biasa saja dengan pernyataan-pernyataan itu, tapi bagiku jalan ini adalah jalan yang menjadi jawaban Tuhan atas tiap doaku. Secara spesifik meminta agar menjadi anak bimbingan beliau.

(To be continue)

A quarter to three A.M
In Youth Pledge's Day

Tidak ada komentar:

Separuh Jalan

Bagiku, kamu adalah separuh jalan yang kulewati tiap kali aku harus bertandang ke kota kita. Kla Project dengan Yogyakarta-nya, rasanya mema...