tak peduli apa kata orang.
Mereka pernah bilang, bahwa Abang berubah.
Aku tahu, Abang memang berubah, karena di dunia ini tak ada yang lebih pasti selain perubahan itu sendiri.
Di tempat yang berbeda, kita harus memiliki sikap yang berbeda.
Menyamakan frekuensi dengan pendatang-pendatang baru yang sebelumnya tak pernah kenal dan tiba-tiba menjadi keluarga.
Mereka bilang, Abang tak lagi berpihak.
Pada siapakah Abang harus berpihak selain kepada kebenaran?
Hal yang manusia lihat tidak selalu benar,
terlebih sesuatu yang tidak dilihat secara benar.
Biarkan mereka yang tak melihat
bagaimana engkau bekerja, menghujat
Biarkan mereka yang berada di sampingmu
mengagumi dengan keteladananmu
Dan biarkan aku tetap percaya padamu.
Mereka bilang, Abang tidak lagi kuat menanggung beban.
Lalu keluhan-keluhan mereka itu bukankah tidak meringankan?
Pundakmu, milik semua umat.
Kutahu rasanya mungkin sangatlah berat
Karena itulah tak apa kau berhenti sejenak
menyepi dari hiruk-pikuk duniawi
Lalu berbicara pada diri, muhasabah dan evaluasi
Di malam-malam yang sunyi, bicaralah pada-Nya
Sang Pemberi Cinta.
Karena Ia satu-satunya yang mampu mengerti.
Dan biarkan aku tetap percaya padamu,
bahwa meski kau di tempat yang tinggi
dan angin yang makin kencang bertiup,
maka akan semakin kokoh engkau berpijak dan bertumbuh lebih hebat.
saya tidak punya Abang... :P
catatan ini sebenarnya ditulis untuk penulis sendir, karena tidak ada yang mau menulis untuknya dan menasehatinya... :D #sok tegar
Karena kebiasaan penulis ketika sedang "mumet" dengan proyek masa depannya, maka disempatkanlah menulis dengan kata kunci "judul" yang tiba-tiba berputar-putar di otak. itu saja. #klarifikasi awal sebelum menimbulkan kesalahpahaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar